Posts filed under 'Kajian'
AWWALUL MUSLIMIN
Sebagaimana telah difahami bahwa keadaan manusia sebagai makhluq sosial berdasarkan Sunnatullah adalah terbagi kepada tiga ketetapan, yaitu:
a. Keberadaannya sesuai dengan kejadiannya, yaitu diberi kemampuan untuk menentukan dirinya sendiri, sehingga karena itu mempunyai tujuan yang berbeda-beda, dan dari sinilah manusia akan memperoleh Hidayah dari Allah atau sebaliknya.
sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. serta mendustakan pahala terbaik maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar [qa4-10s92=al lail].-
b. Keberadaannya sebagai makhluq sosial, sehingga dengan itu terjadi perkawinan antara laki dengan perempuan untuk membangun masyarakat manusia dalam bentuk berbangsa-bangsa dan berqabilah-qabilah. [q13s49=al hujurat].-
c. Allah telah menetapkan tanggung jawab mengabdi (beribadat), dengan meliputi vertikal, horizontal dan konskwensial. [qa56s51=adz dzariyat].-
Dengan yang tersebut maka Allah telah memberikan ketetapan perihal tujuan hidup sebagaimana difirmankan dalam surah Al An’am 162-163, yaitu:
“Katakanlah (Muhammad):” Sesungguhnya shalatku dan ‘ibadatku dan hidupku dan matiku adalah untuk Allah Robb sekalian alam”; ”Tiada sekutu bagiNya, dan dengan demikian itu aku diperintah dan aku adalah awal daripada orang-orang yang berserah diri”.-
Petunjuk firman tersebut secara maknawi memberikan gambaran tentang ketetapan Allah atas RasulNya sebagai pemandu dalam hal Syari’at
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui [qa18s45=al jatsiyah]
sebagaimana ketetapanNya dari semenjak Nuh ‘alaihis salam[qa13s42=asy syura]. Dengan demikian maka tanggung jawab hamba Allah yang telah menerima Nur Hidayah Islam
Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata [qa22s39=az zumar]
dalam menepati sebagai muttabi’ur rasul wajib untuk sabiq -bil khoirat
Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka [qa32s35=fathir], sehingga akan memiliki sifat kepeloporan dalam Islam atas perintah Allah.-
Tugas Kepeloporan dalam Islam
Bahwa sesungguhnya yang menjadi tuntutan dalil sebagaimana tersebut meliputi antar lain:
01. Wajib faham dan penuh penghayatan terhadap makna fithrah sebagai hamba yang wajib mengabdi hanya kepadaNya dengan meliputi seluruh dimensinya. [qa30s30=ar rum].-
02. Fungsi Rasulullah saw adalah wajib dijadikan sebagai pedoman dalam seluruh panduannya, baik dalam segi pemahaman tentang Al Haditsnya maupun secara pola dan sistemnya. [qa7s49=al hujurat], berikut sikap kepeduliannya terhadap kondisi ummat. [qa128s9=at taubah].-
03. Wajib mengupayakan dan mengutamakan Akhlaq Tauhid dalam tiap diri pribadinya, sehingga dengan itu akan
berkemampuan menjadikan kaidah akhlaq sebagai ukuran perkembangan dalam kehidupan masyarakat manusia [qa110s3=ali imron].-
04. Wajib memupuk semangat jihad dalam diri pribadinya dengan disertai pengorbanannya dibidang maal dan ataupun kesemangatan dalam bentuk aktivitas rutin dengan penuh optimistik. [qa44s9= at taubah].-
05. Wajib menyadari terhadap makna “ruhama’ antara muslim dan tajum terhadap kafir”, karena dengan itu tidak akan membuahkan tindakan maupun gerakan yang gegabah dan merusak citra Islam dan Muslim. [qa29s48=al fath].-
Disamping itu dalam membangun sifat kepeloporan dalam diri pribadi maka dituntut kemampuannya dalam memegang amanah, dan benar dalam segala pembicaraannya, dan terpuji sesuai tuntutan dalam menepati akhlaqul ‘adhim, serta mampu mencari dan mengupayakan penghidupan yang halal. [ al Hadits asy Syaikhon, Ahmad, Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].-
Ditulis oleh Ust Muhd. Bardan Kindarto
Add comment Januari 11, 2009
hIJRAH RASUL
Dengan mengamati terhadap beberapa pembuktian yang ditunjukkan dalam Al Qur-an,bahwa Allah telah mengisyaratkan kepada RasulNya melalui WahyuNya, bahwa Al Qur-an adalah sebagai furqon dan tidak akan pernah dapat disamakan dengan tanggapan kaum jahiliyah sebagai dongengan zaman dahulu, maka sebagai jawaban terhadap tipu daya jahat mereka kemudian Rasulullah menuntunkan melalui “Panduan Isyarat” dari Allah yang disebut Hijratur Rasul dari Makkah ke Madinah. Panduan tersebut berdasarkan isyarat dari petunjuk Wahyu [qa3-4s53=an najm], maka diterangkan dalam Surah Al Anfal 31,yaitu:
“Dan(ketahuilah) ketika orang-orang kafir itu mengatur tipu daya kepadamu untuk menahanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Dan(ketahuilah)mereka mengatur tipu daya, dan Allah juga mengatur tipu daya, dan Allah itu sebaik-baik yang dapat mengatasi tipu daya”.
Ayat tersebut merupakan peringatan dari Yang Maha Mengetahui hati manusia, maka setelah terjadi proses hijrah, Allah mengingatkan melalui bimbingan wahyuNya dalam Surah An Nisa 100, yaitu:
“Dan barang siapa berhijrah dalam jalan Allah niscaya dia dapati dibumi ini tempat perlindungan yang banyak dan luas, dan barang siapa keluar dari rumahnya sebagai orang yang berhijrah kepada Allah dan RasulNya kemudian dia menemui kematian kepadanya, maka sungguh telah tetap ganjarannya atas Allah. Dan adalah Allah itu Yang Pengampun Yang Penyayang”.-
Dengan yang tersebut maka Rasulullah saw telah menjelaskan tentang motivasi Hijrah bagi orang yang beriman.-
Analisa Panduan
Bahwa sesungguhnya peristiwa Hijratur Rasul merupakan peristiwa yang telah dikenal oleh Dunia Islam pada khususnya dan ummat manusia pada umumnya, dan bahkan keberadaan Tahun Baru Hijriyah juga difaham secara umum. Akan tetapi yang harus mendapatkan tempat khusus dalam pemahaman daripada Hijratur Rasul bagi ummat Islam adalah antara lain:
A. Hijrah mempunyai pengertian ”memutuskan hubungan” ; Dimaksudkan adalah meninggalkan Sistem yang dibuat oleh kaum humanisme sekuler
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? [qa23s45=al jatsiyah]
menuju Sistem yang ditetapkan oleh Allah :
dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa [qa153s6=al an’am].
Dengan demikian maka akan dapat membangun sumber daya manusia yang berdaya guna sesuai dengan amanah yang ditetapkan Allah.
Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur[973] sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh [qa105s21=al anbiya]
menuju kesejahteraan lahir bathin dengan kemajuan yang pesat bersama KeredlaanNya tanpa harus berhadapan dengan kekuatan alam yang dahsyat.-
B. Hijrah mempunyai pengertian“tindakan pengkondisian”;Dimaksudkan adalah sebagaimana Rasulullah saw telah membangun hubungan hati (tansiq) antara muhajirin dan anshor di Madinah
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. [qa10-12s49=al hujurat].
Kemudian dilanjutkan dengan membangun kemitraan dengan Ahli Kitab dan membuat Konstitusi tertulis pertama kali didunia yang berisikan 10 Bab meliputi 47 Pasal, sebagai langkah awal menuju Rahmatan lil ‘alamin.
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam [qa107s21=al anbiya].
Dengan yang tersebut maka dapat dimengerti bahwa makna Hijratur Rasul dalam kondisi dunia yang telah mengalami keretakan kemanusiaan secara total, berarti saatnya “membuat dan meletakkan Metode Operasional yang digelar secara mendunia”, karena Rasulullah adalah teladan sepanjang zaman yang paling Shahih (akurat dan valid) menurut petunjuk Al Qur-an
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah .[qa21s33=al ahzab].
oleh Ust Muhd. Bardan Kindarto
Panduan Al Qur-an
Add comment Januari 11, 2009

