Bebebrapa hari ini suasana kota amat meriah, hampir tiap hari baik di media masa, televisi maupun di jalan-jalan kota di ramaikan dengan berbagai aksi-aksi yang tidak biasa. Ada yang berteriak-teriak di pentas, ada yang berkeliling kota hingga membangunkan banyak orang yang tidur siang. Arak-arakan dan iringan kendaraan pemilu bertabur dan menghiasi jalan raya. Seorang tetangga celetuk ”lumayan, dapat kaos dan duit. Untuk jajan anak-anak”
Pesta pemilu amat menarik, hampir setahun sebelumnya media masa telah turut serta meramaikan. Mulai dari prediksi, persaingan, uraian peta kekuatan, survei bahkan sang kandidat yang masih tidur pun di bangunkan dan di tanya tentang kesiapannya. Perang urat syaraf pun sudah biasa. Saling kritik bahkan saling melempar isu bak roti panggan panas yang di lempar-lempar. Tetap yang jadi tumbal utama adalah pemerintah sekarang.
Kemiskinan adalah komoditi siap jual yang paling laris bagi para kandidat, dan orang miskin menjadi objek utamanya. Dan kelaparan, pendidikan, adalah barang penunjangnya. Yang paling menarik jargon bangsa kacung melekat erat sebagai semboyan yang terus di gaungkan. Entah sadar atau tidak yang jelas….kita ini bangsa kacung.
Pada masa-masa ini akan banyak lahir tokoh-tokoh hebat yang mampu menganalisa permasalahan bangsa. Semua akan bicara tentang kesalahan pengurusan bangsa ini mulai dari a hingga z. Semua punya solusi menarik, dan tiap orang yang mendengar seakan di yakinkan lima tahun mendatang negeri ini jadi negeri yang paling maju di dunia, konsep-konsep mutakhir pun di gulirkan. Termasuk para pendukung partai pemerintah. Tak kalah merumuskan dan menawarkan solusi untuk lima tahun kedepan. Tapi entah kenapa sejak limatahun yang lalu saya masih seperti ini.”ah…hanya harapan celetuk seorang pak tua”.
Tapi yang menarik pada masa-masa kampanye ini saya sarankan kepada anda jangan sampai ketinggalan, kesempatan besar bagi anda. Tolong jangan di lewatkan….masa-masa bertabur hadiah, uang, baju kaos, bahkan ada hal yang lebih lagi, misalnya untuk karang taruna di desa-desa agar dapat di manfaatkan masa tebar pesona ini untuk membeli satu set bola kaki. Toh satu juta bagi sang caleg tak masalah. Tinggal buat proposal…..dan anda akan dapat senyuman serta uang. Bagi anda yang ingin mengadakan pesta penikahan. Biaya pernikahan anda dapat sedikit terbantu jika saja anda mau mencari sponsor dari salah satu partai, ya…tak perlu di cari justru anda akan di tawari. .
Dan anda ingin tahu bagaimana indonesia sesudah pemilu ini, semuanya sudah terlihat sekarang. Tinggal anda membandingkan saja antara pemilu yang lalu dan hasilnya maka pemilu sekarang hasilnya………….
Entah sampai kapan kita seperti ini?? Wallahualam
Maret 25, 2009
Suatu ketika terdapatlah serombongan orang-orang melakukan perjalanan yang sangat jauh. Menuju sebuah kota yang akan menjadi tempat tinggal yang amat lama bagi rombongan itu. Suatu ketika mereka berhenti di sebuah pasar, sebelum turun dari bis yang membawa mereka, pemimpin rombongan mereka memberikan sebuah catatan apa saja yang harus mereka beli disana seperti biji-bijian secukupnya, pupuk, dan beberapa makanan untuk di makan, peralatan dan kebutuhan lain. Pemimpin rombongan senantiasa mengingatkan bahwa apa-apa yang di beli harus sesuai atas apa yang di tuliskan dan apa yang di instruksikannya, dan pemimpin rombongan selalu mengharapkan agar setiap orang dapat saling mengingatkan karena di pasar, berbagai macam makanan dan kebutuhan lain di jual di sana ia khawatir jikalau orang-orang rombongan itu lupa untuk membeli sesuai apa yang di instruksikan. (lagi…)
Oktober 11, 2008