<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>hanyahamba</title>
	<atom:link href="http://otakreza.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://otakreza.wordpress.com</link>
	<description>yang hilang dalam perenungan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Mar 2009 05:08:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='otakreza.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>hanyahamba</title>
		<link>http://otakreza.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://otakreza.wordpress.com/osd.xml" title="hanyahamba" />
	<atom:link rel='hub' href='http://otakreza.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Saatnya tebar pesona……</title>
		<link>http://otakreza.wordpress.com/2009/03/25/saatnya-tebar-pesona%e2%80%a6%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://otakreza.wordpress.com/2009/03/25/saatnya-tebar-pesona%e2%80%a6%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 05:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyahamba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blabliblublobleblo]]></category>
		<category><![CDATA[sebuah perenungan]]></category>
		<category><![CDATA[tentang kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Saatnya tebar pesona……]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakreza.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Bebebrapa hari ini suasana kota amat meriah, hampir tiap hari baik di media masa, televisi maupun di jalan-jalan kota di ramaikan dengan berbagai aksi-aksi yang tidak biasa. Ada yang berteriak-teriak di pentas, ada yang berkeliling kota hingga membangunkan banyak orang yang tidur siang. Arak-arakan dan iringan kendaraan pemilu bertabur dan menghiasi jalan raya. Seorang tetangga  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=78&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bebebrapa hari ini suasana kota amat meriah, hampir tiap hari baik di media masa, televisi maupun di jalan-jalan kota di ramaikan dengan berbagai aksi-aksi yang tidak biasa. Ada yang berteriak-teriak di pentas, ada yang berkeliling kota hingga membangunkan banyak orang yang tidur siang. Arak-arakan dan iringan kendaraan pemilu bertabur dan menghiasi jalan raya. Seorang tetangga  celetuk ”lumayan, dapat kaos dan duit. Untuk jajan anak-anak”<br />
Pesta pemilu amat menarik, hampir setahun sebelumnya media masa telah turut serta meramaikan. Mulai dari prediksi, persaingan, uraian peta kekuatan, survei bahkan sang kandidat yang masih tidur pun di bangunkan dan di tanya tentang kesiapannya. Perang urat syaraf pun sudah biasa. Saling kritik bahkan saling melempar isu bak roti panggan panas yang di lempar-lempar. Tetap yang jadi tumbal utama adalah pemerintah sekarang.<br />
Kemiskinan adalah komoditi siap jual yang paling laris bagi para kandidat, dan orang miskin menjadi objek utamanya. Dan kelaparan, pendidikan, adalah barang penunjangnya. Yang paling menarik jargon bangsa kacung melekat erat sebagai semboyan yang terus di gaungkan. Entah sadar atau tidak yang jelas&#8230;.kita ini bangsa kacung.<br />
Pada masa-masa ini akan banyak lahir tokoh-tokoh hebat yang mampu menganalisa permasalahan bangsa. Semua akan bicara tentang kesalahan pengurusan bangsa ini mulai dari a hingga z. Semua punya solusi menarik, dan tiap orang yang mendengar seakan di yakinkan lima tahun mendatang negeri ini jadi negeri yang paling maju di dunia, konsep-konsep mutakhir pun di gulirkan. Termasuk para pendukung partai pemerintah. Tak kalah merumuskan dan menawarkan solusi untuk lima tahun kedepan. Tapi entah kenapa sejak limatahun  yang lalu saya masih seperti ini.&#8221;ah&#8230;hanya harapan celetuk seorang pak tua&#8221;.<br />
Tapi yang menarik pada masa-masa kampanye ini saya sarankan kepada anda jangan sampai ketinggalan, kesempatan besar bagi anda. Tolong jangan di lewatkan&#8230;.masa-masa bertabur hadiah, uang, baju kaos, bahkan ada hal yang lebih lagi, misalnya untuk karang taruna di desa-desa agar dapat di manfaatkan masa tebar pesona ini untuk membeli satu set bola kaki. Toh satu juta bagi sang caleg tak masalah. Tinggal buat proposal&#8230;..dan anda akan dapat senyuman serta uang. Bagi anda yang ingin mengadakan pesta penikahan. Biaya pernikahan anda dapat sedikit terbantu jika saja anda mau mencari sponsor dari salah satu partai, ya&#8230;tak perlu di cari justru anda akan di tawari. .<br />
Dan anda ingin tahu bagaimana indonesia sesudah pemilu ini, semuanya sudah terlihat sekarang. Tinggal anda membandingkan saja antara pemilu yang lalu dan hasilnya maka pemilu sekarang hasilnya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Entah sampai kapan kita seperti ini?? Wallahualam </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakreza.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakreza.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakreza.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakreza.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakreza.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakreza.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakreza.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakreza.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakreza.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakreza.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakreza.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakreza.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakreza.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakreza.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=78&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakreza.wordpress.com/2009/03/25/saatnya-tebar-pesona%e2%80%a6%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b02f097888d9bcd989af9424f324b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">hanyahamba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya dakwah sekolah</title>
		<link>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/19/pentingnya-dakwah-sekolah/</link>
		<comments>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/19/pentingnya-dakwah-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 02:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyahamba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Romantika dakwah sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[LDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakreza.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[DAKWAH SEKOLAH Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak hingga dewasa, suatu tahap kehidupan yang bersifat peralihan dan tidak tetap. Remaja selalu penuh dengan gejolak dan keinginan besar. Remaja ingin menyesuaikan diri dalam masyarakat, ingin diakui oleh masyarakat bahwa ia telah dewasa. Rasa ingin tau yang tinggi dapat menjerumuskan remaja pada hal-hal negatif apabila tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=70&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<h1 class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#339966;">DAKWAH SEKOLAH </span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak hingga dewasa, suatu tahap kehidupan yang bersifat peralihan dan tidak tetap. Remaja selalu penuh dengan gejolak dan keinginan besar. Remaja ingin menyesuaikan diri dalam masyarakat, ingin diakui oleh masyarakat bahwa ia telah dewasa. Rasa ingin tau yang tinggi dapat menjerumuskan remaja pada hal-hal negatif apabila tidak diberikan pendidikan dan pengarahan pada mereka. Begitu banyak remaja yang menghabiskan waktu luang mereka dengan  <em>nongkrong</em> tidak karuan di jalanan, ikut-ikutan teman yang sering mengkonsumsi minuman keras bahkan terjerumus pada penggunaan zat psikotropika dan seks bebas</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Proses peralihan pada masa remaja ini sebenarnya merupakan efek yang di timbulkan oleh gejolak di diri remaj yang biasa dikenal sebagai <em>negative phase</em> dengan ciri-ciri antara lain: ketidakstabilan keadaan perasaan dan emosi, penentangan terhadap kewibawaan orang dewasa, kurang percaya diri dan suka berkhayal. Pada saat yang sama muncul pula <em>positive phase</em> dimana remaja mulai memikirkan tentang masa depannya dan telah memiliki kesiapan untuk ditempa lebih lanjut untuk mencapai cita-citanya. Remaja memiliki kemurnian niat, semangat yang tinggi, fisik yang kuat, idealisme yang besar dan kesiapan fikri yang optimal. Potensi positif dan negatif ini dapat <span id="more-70"></span>saling meniadakan, tergantung unsur-unsur mana yang lebih kuat mempengaruhinya Ibarat..besaran..vektor yaitu memiliki besaran dan arah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Apakah segenap <em>besaran</em> potensi kepemudaannya itu akan mengarah <em>positif </em>dan<em> produktif</em> ataukah sebaliknya mengarah menjadi <em>negatif</em> dan <em>destruktif</em>. Itulah mengapa kita sering melihat barisan pemuda-pelajar yang sangat getol mengkaji Islam, menghafalkannya, mengadakan studi Islam dan berdakwah di sekolah-sekolah, mulai mengenakan jilbab, giat belajar, aktif kegiatan positif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Sementara pada saat yang sama kita menyaksikan wabah tawuran, narkoba, free-seks dan musik destruktif melanda remaja-remaja kita dari kota-kota besar</span><span lang="SV"> </span><span lang="SV">hingga pelosok desa di tanah air. Teriakan histeris para remaja dari depan panggung pertunjukan musik untuk penyanyi idolanya menjadi kenyataan antagonis dengan para remaja yang senantiasa tiada kenal lelah bergerak di berbagai oraganisasi dakwah, yang tiap harinya tak jauh dari mushaf dan berusaha menjaga kekhusyuan shalatnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Menurut dr Boyke Dian Nugroho, SpOG MARS jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini mencapai 500-600 ribu orang dimana 40% diantaranya remaja berusia 15-10 tahun. Ada dua penyebab utama terjadinya percepatan penularan HIV/AIDS yaitu perilaku seks bebas (30%) dan peredaran narkoba terutama yang menggunakan jarum suntik (50%). Dengan demikian Indonesia memungkinkan jadi episentrum HIV/AIDS. Di Malang raya sendiri hingga menjelang Desember 2007, tercatat 17 dari 65 penderita HIV/AIDS meninggal dunia. Sebuah catatan buruk tentang kondisi remaja kita di Indonesia. Dan jelas menunjukan semakin muramnya wajah remaja kita. Akibat kelarutan dan lemahnya pengarahan potensi positif yang mereka miliki dan berbanding terbalik dengan energi negatif yang senantiasa mempengaruhi potensi negatif nya untuk berkembang</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dan pada posisi ini tak ada yang perlu di salahkan melainkan perlu suatu upaya dari kita bersama untuk bisa berfikir upaya strategis dalam mengatasi masalah ketidak seimbangan pada masa transisi ini. Karena kalau tidak segera di atasi ini akan menjadi suatu kondisi yang permanen yang membahayakan kelangsungan bangsa ini. Karena para remaja sekarang lah, tongkat estafet akan di serahkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang harus di pahami bahwa perlu energi positif yang optimal dalam mengarahkan remaja pada posisi vektor yang ideal dan seimbang. Yaitu dengan kembali menguatkan nilai-nilai spritual dan pemahaman mereka dengan terhadap dinnul islam. Karena itulah sistem terbaik yang menggiring manusia pada suatu tatanan yang sempurna.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Proses <em>tarbiyah Islamiyah</em> (pendidikan Islam) seharusnya berlangsung sejak dini.sebagaimana Nasihat Luqman pada anaknya diabadikan oleh Allah SWT dalam surah Luqman ayat 12-19 .jelas bahwa tarbiyah sejak dini dianggap lebih efektif dan harus segera dilakukan. Terutama dari Rumah masing-masing terlebih dahulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selain itu perlu kesadaran untuk upayakan pendidikan formal di sekolah untuk mewadahi pendidikan moral islam para remaja yang lebih intens. Melalui sebuah wadah gerakan dakwah Sekolah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dakwah sekolah adalah proses tarbiyah Islamiyah yang berlangsung di sekolah. Dakwah sekolah cukup mewakili tarbiyah islamiyah yang komprehensif ini. Fase ini sangat berguna dalam pembentukan kepribadian pemuda, yaitu fase dimulainya kematangan fisik, intelektual dan kejiwaan. Ada tiga kunci pentingnya dakwah sekolah, yaitu ladang emas dakwah yang efektif, massif dan strategis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;text-align:justify;text-indent:36pt;">Efektif, karena pemuda dan pelajar lebih mudah direkrut dan didakwahi dengan baik dibandingkan generasi tua, atau bahkan kalangan kampus/mahasiswa.</p>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;text-align:justify;text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Strategis, karena dakwah sekolah dalam jangka panjang akan menyuplai SDM di berbagai lapisan masyarakat sekaligus. Peran dakwah sekolah yang sangat strategis ini yang di harapkan mengantarkan para remaja muslim yang berkepribadian penuh ketaqwaan yang akan menempati posisi penting di negara ini ke depan. Karena dakwah sekolah itu juga tidak terpaku dalam pembinaan mental spiritual remaja, namun juga mencakup aspek kepemimpinan, dan upaya-upaya pengaktualan diri mereka pada sisi positif. sehingga para remaja tersebut siap dalam menghadapi zaman globalisasi dan menjadi manusia sukses dalam persaingan global ini. Dan itu sudah di buktikan oleh beberapa sekolah-sekolah yang umumnya ada di kota-kota besar dalam menciptakan pemimpin masa depan di berbagai lini (perusahaan, pemerintahan, maupun para wirausahawan) yang cerdas intelektualnya dan juga cerdas mental dan spiritualnya yaitu dengan nilai-nilai islam. Karena mereka dahulunya adalah produk dari penerapan dakwah sekolah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dakwah sekolah bertujuan untuk mewujudkan barisan remaja-pelajar yang mendukung dan mempelopori tegaknya nilai-nilai kebenaran, mampu menghadapi tantangan masa depan dan menjadi batu bata yang baik dalam bangunan masyarakat Islam. Bangsa dan agama membutuhkan barisan generasi yang kokoh dan memiliki kekuatan yang dashat sebagai agen perubahan. Barisan ini harus pandai memadukan aspek keimanan dan taqwa (imtaq) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Mereka akan mendapatkan bimbingan mental dan spiritual yang tidak biasa yang tidak didapat dari pendidikan formal di dalam kelas</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;">Menurut Prof. DR. Sofyan S. Willis, M.PD, ada lima metode dakwah pada remaja, yaitu:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Metode Ceramah</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Metode ini menunjukkan keaktifan penceramah, sedangkan murid atau jamaahnya pasif. Keuntungannya dapat memberikan ceramah pada sekelompok besar pendengar. Kekurangannya ialah pendengar pasif dan sulit memahami ceramah secara mendalam dan individual.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Metode Diskusi</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Diskusi mengajarkan murid berfikir secara terbuka dan demokratis. Daya kritis dan kreatif tersalur dengan wajar.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Metode Problem Solving</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Menekankan pada usaha pemecahan masalah sehingga mengundang murid berfikir kreatif. Metode ini juga berkaitan dengan metode diskusi.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Metode Responsi</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Penceramah melengkapi metode dengan tanya-jawab.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Metode Peragaan</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0 0;margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Memberikan alat bantu  untuk mata dan telinga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Metode-metode tersebut terdapat dalam program dakwah sekolah. Secara berkala, pelajar diberikan bimbingan dengan ceramah, mendiskusikan berbagai hal, adanya ruang tanya-jawab, upaya pemecahan masalah masing-masing rekan dan adanya waktu khusus untuk menyalurkan minat positif pelajar dengan berbagai kegiatan yang mengadu keberanian. Tastqif (ceramah agama) dan taklim (pemberian nasehat agama) menjadi agenda rutin dakwah sekolah. Diskusi melalui mentoring sangat efektif dan rihlah (jalan-jalan) serta hiking dalam menyegarkan fisik dan mental dengan melihat kebesaran Sang Pencipta di alam bebas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Nah, sehingga perlu adanya wadah yang dapat mengelola energi-energi positif dakwah sekolah ini. Salah satunya ialah ROHIS (Kerohanian Islam) yang umum di kenal di beberapa sekolah. Ada juga DKM (Dewan Kesejahteraan Masjid Sekolah. Dan lain sebagainya. Yang penting adalah bagaimana peran dari Rohis / DKM tersebut mampu benar-benar membawa misi dakwah sekolah. Tentunya perlu sebuah manajemen dan pengelolaan yang terukur dan terarah. Serta dibutuhkan sentuhan dari berbagai pihak terutama komunikasi aspek penunjang dakwah sekolah. Yaitu, pihak sekolah, siswa serta Alumni.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Pihak sekolah sebagai pemilik otoritas kebijakan di sekolah sebagai kekuatan utama yang harus di tunjang dengan para Alumni sebagai konseptor yang penuh ilmu dan pengalaman dan potensi lainnya yang. Akan menggiring dan menuntun para siswa sebagai objek dari dakwah sekolah yang juga di laksanakan oleh elit siswa di sekolah semisal ketuar Osis dan yang lebih penting lagi Ketua Rohis dan staf-stafnya sebagai motor dari dakwah sekolah itu sendiri, dan perlu untuk di bangunnya kesadaran seperti ini. Sehingga terbangunlah sebuah sinergi yang menggerakkan energi positif yang dapat mendorong arah vektor potensi remaja pada arah yang positif. Artinya akan terlahirlah kader-kader bangsa yang sempurna dari intelektual dan spiritualnya (Taqwa), atau terpadunya antara IMTAQ dan IPTEK. Sesuai dengan Motto Remaja masa depan yang taqwa, dan gaul yang sukses. (/KOR ; dari berbagai Sumber.)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakreza.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakreza.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakreza.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakreza.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakreza.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakreza.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakreza.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakreza.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakreza.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakreza.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakreza.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakreza.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakreza.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakreza.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=70&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/19/pentingnya-dakwah-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b02f097888d9bcd989af9424f324b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">hanyahamba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH MUDZAKARAH ULAMA ABAD KE 17</title>
		<link>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/sejarah-mudzakarah-ulama-abad-ke-17/</link>
		<comments>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/sejarah-mudzakarah-ulama-abad-ke-17/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 04:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyahamba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Mudzakarah Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH MUDZAKARAH ULAMA ABAD KE 17]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakreza.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK Tim Pelacakan Sejarah dibentuk oleh Panitia Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu pada bulan Agustus 2007 lalu. Tugasnya adalah menemukan fakta apakah benar pada abad ke 17 masehi telah berkumpul para ’ulama di Sumatera Selatan untuk bermudzakarah? Sejumlah pertanyaan penting yang harus dijawab antara lain : apa latar belakangnya mudzakarah tersebut; siapa saja tokohnya; dimana lokasinya; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=62&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<div id="88127_kdub2">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:center;text-indent:-18.7pt;" align="center"><strong><span style="color:#663333;" lang="SV">ABSTRAK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Tim Pelacakan Sejarah dibentuk oleh Panitia Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu pada bulan Agustus 2007 lalu. Tugasnya adalah menemukan fakta apakah benar pada abad ke 17 masehi telah berkumpul para ’ulama di Sumatera Selatan untuk bermudzakarah? Sejumlah pertanyaan penting yang harus dijawab antara lain : apa latar belakangnya mudzakarah tersebut; siapa saja tokohnya; dimana lokasinya; dan apa isi mudzakarah tersebut; hasil-hasilnya; serta pengaruhnya terhadap ummat Islam khususnya di Rumpun Melayu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Untuk menjawab berbagai pertanyaan awal di atas, maka dalam tim ini dibentuk dua bidang tugas. <em>Pertama, </em>bertugas untuk menggali fakta dari literatur atau tulisan sejarah di buku, internet, serta asip-arsip kuno di perpustakan dan di masyarakat. <em>Kedua,</em> melalui wawancara langsung dengan pakar sejarah dari Perguruan Tinggi, Musium Purbakala, serta tokoh masyarakat yang merupakan keturunan dari pelaku sejarah. Juga dilakukan tinjauan langsung ke lokasi sejarah di daerah Perdipe. Tim ini bekerja sekitar dua bulan sejak dibentuk. Kemudian hasil penelitian ini telah disampaikan pada Musyawarah Pleno ke 1 DP3MU September 2007 lalu di Auditorium Yayasan AKUIS Pusat, Banyuasin, Sumatera Selatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Berdasarkan Hasil Pelacakan Sejarah yang telah dilakukan, maka ada beberapa bukti sejarah yang ditemukan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-14.85pt;"><span lang="SV">1.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Pada tahun 1650 masehi atau 1072 hijriyah telah bertemu sekitar 50 ’ulama di Perdipe, Sumatera Selatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-14.85pt;"><span lang="SV">2.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Mereka berasal dari wilayah Rumpun Melayu yang meliputi Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaka, Fak-Fak- Papua, Ternate, dan Kepulauan Mindanau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-14.85pt;"><span lang="SV">3.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Hasil Mudzakarah ini memunculkan perluasan dakwah Islam yang berakibat terkikisnya faham anismisme dan budaya jahiliyah di masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-14.85pt;"><span lang="SV">4.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Munculnya kader-kader mujahid yang mengadakan perlawan terhadap penjajah Eropa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-14.85pt;"><span lang="SV">5.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Terjadinya perluasan wilayah Islam yang ditandai dengan munculnya Kesultanan yang baru yang masing-masing saling bekerjasama secara baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18.7pt;"><strong><span lang="SV">A. Siapakah Tokoh Sentral pada Mudzakarah ’Ulama Serumpun Melayu abad 17 M</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Berdasarkan arsip kuno berupa <em><strong>kaghas</strong></em> (tulisan dengan huruf ulu diatas kulit kayu) yang ditemukan di<span id="more-62"></span>Dusun Penghapau, Semende Darat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan yang diterjemahkan pada tahun 1974 oleh Drs. Muhammad Nur (ahli purbakala Pusat Jakarta), ada beberapa catatan sejarah. Bahwa pada tahun 1072 Hijriyah atau 1650 Masehi telah ada seorang tokoh ’Ulama yang bernama <strong>Syech Nurqodim al-Baharudin</strong> yang bergelar <strong>Puyang Awak </strong>yang mendakwahkan Islam di daerah dataran Gunung Dempo Sumatera Selatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Menurut buku <em>”Jagad Basemah Libagh Semende Panjang</em>”, Terbitan Pustaka Dzumirah, Karya TG.KH. Drs. Thoulun Abdurrauf, dinyatakan bahwa pada abad ke 14 – 17 Masehi, kaum Imperialis dan Kapitalis Eropa (Portugis, Inggris, dan Belanda) telah merompak di lautan dan merampok di daratan yang diistilahkan dalam bahasa melayu, yaitu<em> mengayau.</em> Mereka dengan taktik <em>devide et impera</em> berusaha memecah-belah penduduk di Rumpun Melayu yang berpusat di Pulau Jawa dan Semenanjung Malaka. Maka para waliullah di daerah tersebut dengan dipelopori oleh Syech Nurqodim al-Baharudin pada tahun 1650 M / 1072 H menggelar musyawarah yang berpusat di Perdipe (Sekarang masuk wilayah Kota Pagar Alam, Dataran Gunung Dempo, Sumatera Selatan). Tujuan musyawarah ini antara lain guna menyusun kekuatan bagi persiapan perang bulan sabit merah untuk menumpas ekspansi perang salib di Asia Tenggara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Masih menurut beliau, bahwa kosa kata ”belanda” konon adalah sebutan bahasa melayu untuk orang netherlands. Kata belanda berasal dari dua suku kata ”<em>belah</em>” (memecah) dan ”<em>nde</em>” (keluarga), maknanya ”tukang memecah-belah keluarga”. Berbeda maknanya dengan kata ”<em>semende”</em> dari dua suku kata <em>”same” </em>(satu) dan <em>”nde”</em> (keluarga), maka maknanya ”satu keluarga” yaitu persaudaraan mukmin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">B. Siapakah Syaikh Nurqodim al-Baharudin</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Syech Nurqodim al-Baharudin adalah cucu dari Sunan Gunung Jati dari Putri Sulungnya Panembahan Ratu Cirebon yang menikah dengan Ratu Agung Empu Eyang Dade Abang. Syech Nurqodim al-Baharudin kecil, beserta ketiga adiknya dididik dengan aqidah Islam dan akhlaqul karimah oleh orang tuanya di Istana Plang Kedidai yang terletak di tepi Tanjung Lematang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Sewaktu remaja beliau digembleng oleh para ’ulama dari Aceh Darussalam yang sengaja didatangkan ayahnya. Ketika tiba masanya menikah beliau menyunting gadis dari Ma Siban (Muara Siban), sebuah dusun di kaki Gunung Dempo yang memiliki situs Lempeng Batu berukir Hulu Balang menunggang Kuda dengan membawa bendera Merah Putih (<em>lihat buku ”5000 tahun umur merah putih” karya Mister Muhammad Yamin).</em> Setelah bermufakat, beliau sekeluarga beserta adik-adiknya, keluarga dan sahabatnya membuka tanah di Talang Tumutan Tujuh, sebagai wilayah yang direncanakan beliau untuk menjadi Pusat Daerah Semende.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Menurut salah seorang keturunan beliau yang masih ada sekarang-<em>TSH Kornawi Yacob Oemar</em>-, dalam sebuah makalahnya dinyatakan bahwa, Syech Baharudin adalah pencipta adat Semende. Sebuah adat yang mentransformasi perilaku rumahtangga Nabi Muhammad SAW. Beliau juga pencetus falsafah ”<em>jagad besemah libagh semende panjang”, </em>yaitu ”Negara Demokrasi” pertama di Nusantara (1479-1850). Akan tetapi ”negara” itu runtuh akibat peperangan selama 17 tahun (1883-1850) malawan kolonial Belanda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Sebelum ke Tanah Besemah, Syech Baharudin bermukim di Pulau Jawa dan hidup satu zaman dengan Wali Songo. Beliau sangat berpengaruh di di bahagian tengah dan selatan Pulau Jawa. Sedangkan Wali Songo pada masa sebelum berdirinya Kerajaan Bintoro Demak memiliki pengaruh di Pantai Utara Pulau Jawa. Tertulis dalam Kitab <em>Tarikhul Auliya</em>, bahwa untuk mendirikan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa-yaitu Demak, maka ada 16 orang wali bermusyawarah di Masjid Demak termasuk pula Syech Baharudin dan beberapa wali dari Pulau Madura.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Dalam musyawarah itu Sunan Giri menginginkan agar dibentuk suatu negara Kerajaan dengan mengangkat Raden Fatah sebagai raja /sulthan dengan alasan negara baru tersebut tidak akan diserbu balatentara Majapahit, mengingat Raden Fatah adalah anak dari raja Majapahit. Konon dari 16 wali tersebut, 9 orang yang mendukung pendapat ini dan tujuh orang yang berbeda pemahaman dalam strategi dakwahnya termasuk Syech Baharudin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Syech Baharudin (Puyang Awak) menginginkan suatu daulah seperti Madinah al Munawarah pada masa Rosulullah SAW. Namun demi menjaga persatuan ummat Islam yang kala itu jumlah belum banyak, beliau memutuskan untuk hijrah (<em>melayur</em>) ke Pulau Sumatera. Dari tanah Banten beliau menyeberang ke Tanjung Tua-ujung paling selatan Pulau Sumatera-. Kemudian menyusuri pesisir timur, yaitu daerah Ketapang-Menggala-Komering-Palembang-Enim dan Tiba di Tanah Pasemah lalu menetap disana tepatnya di Perdipe.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Disepanjang perjalanan, sebagai seorang mubaligh beliau selalu mendatangi tempat-tempat dimana masyarakat masih belum mengenal agamaTauhid dan akhlaqul qarimah, untuk mengajarkan nilai-nilai ajaran Islam dengan metode yang sangat sederhana yaitu memepergunakan kultur budaya masyarakat setempat sehingga dapat dimengerti dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Dalam kehidupan bermasyarakat beberapa suku di perdalaman Sumatera Bagian Selatan, Puyang Awak adalah penyebar agama Islam yang sangat kharismatik. Nama beliau menjadi legenda dari generasi ke generasi terutama sikap beliau yang menunjukkan rasa peduli dan kasih sayang yang sangat tinggi terhadap semua makhluk ciptaan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Di tanah Pasemah pada waktu itu, Puyang Awak melihat pola hidup masyarakat sangat jauh dari kehidupan yang islami.Adanya praktek-praktek perbudakan dikalangan masyarakat.Perampokan dan penjarahan bagkan penculikan terhadap wanita dan anak-anak dari suku-suku lain disekitar Basemah [dalam bahasa basemah disebut ’nampu’] untuk dijadikan budak [dalam bahasa pasemah disebut ’pacal’], dianggap suatu kebanggaan. Bahkan ada satu keluarga besar yang memiliki ratusan ekor kerbau dan sapi serta puluhan orang pical, pada waktu ia mengadakan suatu pesta pernikahan anaknya, dengan pesta besar-besaran dengan menyembelih puluhan ekor sapi dan kerbau. Untuk menambah ’kebanggaan’ dari keluarga tersebut, maka diumumkan bahwa yang punya hajatan juga akan ’menyembelih seorang pacal’. Suatu bentuk kedzaliman yang melebihi perbuatan kaum jahiliyah Suku Quraisy di Kota Mekkah pada zaman nabi Muhammad SAW. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Pola hidup masyarakat Basemah yang liar, zalim, dan biadab seperti itu, bukan hanya diceritakan kembali secara turun-tumurun dari generasi ke generasi, melainkan tercatat pula pada tulisan-tulisan kuno aksara <em>ka-ga-nga</em> yang dijadikan benda-benda pusaka oleh tua-tua adat dari suku-suku sekitar Basemah, antara lain di daerah Enim. Intinya memperingatkan warga agar berhati-hati dan selalu waspada terhadap kedatangan para perampok dari Basemah yang sering menjarah harta benda serta menculik wanita dan anak-anak mereka. Bahkan selain itu <strong>Marco Polo</strong> [abad12], membuat catatan khusus tentang Basemah yang berbunyi..<em>’Basma, where the people’s like a beast withuot law or religion….’ </em>[basemah, penduduknya bagaikan binatang buas, tanpa aturan atau agama ]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Puyang Awak yang memperhatikan kehidupan suku Basemah yang liar, zalim tanpa hukum dan agama tersebut, justru berpendapat bahwa di tanah basemah inilah tempat yang tepat untuk menyebarkan ajaran-ajaran Islam yang bersumber dari Kitab Suci Al-Qur’an yang diturunkan ALLAH SWT kepada nabi Muhammad SAW, untuk meng-agama-kan masyarakat yang belum beragama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Akan tetapi perlu kita fahami bahwa metode yang dipergunakan oleh Puyang Awak dalam menyebarkan ajaran Islam yang mendasar tersebut, tidak mempergunakan bahasa Arab, melainkan beliau rumuskan kedalam bahasa Pasemah yang cukup dikenal sampai saat ini yaitu ’falsafah <strong><span style="text-decoration:underline;">GANTI nga TUNGGUAN </span></strong>[Akhlakul Karimah].</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">C. Hubungan Darah Syaikh Baharudin dengan Sunan Gunung Jati</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Mengutip dari buku ”<em>Kisah Walisongo</em>”, Karya Baidhowi Syamsuri, terbitan Apollo Surabaya didapatkan data sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Adalah dua orang putra Prabu Siliwangi bernama Pangeran Walang Sungsang dan Putri Rara Santang belajar Dinul Islam kepada Syaikh Idlofo Mahdi atau Syaikh Dzathul Kahfi-seorang Ulama dari Baghdad yang menetap di Cirebon dan mendirikan Perguruan Islam. Karena kedua anak Raja Siliwangi tersebut tidak mendapat izin dari sang ayah, maka mereka melarikan diri ke Gunung Jati untuk belajar tentang Islam. Setelah cukup lama menuntut ilmu, keduanya diperintahkan sang syaikh untuk membuka hutan di selatan Gunung Jati yang kemudian dijadikan pedukuhan yang akhirnya menjadi ramai. Tempat ini kemudian dinamakan ”Tegal Alang-Alang” dan Pangeran Walang Sungsang diberi gelar ”Pangeran Cakra Buana” serta diangkat sebagai pimpinannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Syaikh Kahfi atau Datuk Kahfi memerintahkan kepada kedua muridnya tersebut untuk menunaikan haji ke Mekkah dilanjutkan dengan belajar Islam kepada Syaikh Bayanillah. Akhirnya Rara Santang menikah dengan seorang penguasa Mesir keturunan Bani Hasyim yang bernama Sultan Syarif Abdullah-dikenal juga dengan Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda. Rara Santang namanya diganti dengan Syarifah Mudaim. Dari pernikahan ini lahirlah dua orang putra, Syarif Hidayatullah dan adiknya Syarif Nurullah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Setelah Sultan Syarif Abdullah wafat, kedudukannya digantikan oleh putra keduanya Syarif Nurullah, karena putra pertamanya Syarif Hidayatullah tidak suka naik takhta dan lebih memilih pulang ke tanah Jawa beserta ibunya untuk mendakwahkan Islam. Syarif Hidayatullah inilah yang kemudian dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati yang bersama-sama Senopati Demak Bintoro, yaitu Fatahillah yang melakukan penyerangan dan pengusiran Bangsa Portugis dari Sunda Kelapa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Sedangkan Pangeran Cakra Buana setelah tinggal tiga tahun di Mesir kembali ke Jawa dan mendirikan negeri baru yaitu <strong>Caruban Larang</strong>. Prabu Siliwangi sebagai penguasa Jawa Barat telah merestui tampuk pemerintahan putranya ini dan memerinya gelar ”Sri Manggana”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Dalam perjalanan dakwahnya, Sunan Gunung Jati telah sampai ke negeri Cina, dimana terdapat undang-undang yang melarang rakyatnya memeluk Islam. Disana beliau membuka praktek sistem pengobatan. Setiap yang datang berobat diajarinya berwudhu dan sholat. Orang cina kemudian mengenalnya sebagai <em>sinshe</em> dari jawa yang sakti dan berilmu tinggi. Akhirnya banyak diantara penduduknya memeluk Islam, termasuk seorang menteri Cina bernama <strong>Pai Lian Bang. </strong>Bahkan Kaisar Cina meminta Sunan Gunung Jati untuk menikahi putrinya yang bernama <strong>Ong Tien. </strong>Sunan Gunung Jati tidak mau mengecewakan sang kaisar, maka pernikahan tersebut dilangsungkan, kemudian ia pulang ke Jawa beserta Ong Tien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Keberangkatannya ke Jawa dikawal dua Kapal Kerajaan yang dikepalai murid Sunan Gunung Jati, Pai Lian Bang. Kapal yang ditumpangi oleh Sunan Gung Jati berangat lebih dahulu dan singgah di Sriwijaya karena tersiar kabar bahwa adipati Sriwijaya yang berasal dari Majapahit bernama <strong>Ario Damar </strong>atau <strong>Ario Abdillah</strong> (nama Islamnya) telah meninggal dunia. Makam beliau dapat kita lihat sampai sekarang di Jalan Ariodillah Palembang. Sedangkan Ario Abdillah ini adalah anak tiri dari Fatahillah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Karena kedua putra dari Ario Abdillah telah menetap di Jawa, maka Sunan Gunung Jati mengharapkan agar rakyat Sriwijaya berkenan mengangkat Pai Lian Bang sebagai adipati supaya tidak ada kekosongan kepemimpinan. Pai Lian Bang tidak menolak atas pengangkatannya, ia berkata : <em>”…seandainya bukan Sunan Gunung Jati sebagai guruku yang menyuruhku, maka aku tidak akan mau diangkat menjadi adipati…”.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Dengan bekal ilmu selama menjadi menteri di Cina, Pai Lian Bang berhasil membangun Sriwijaya. Pesantren dan madrasah benar-benar dikembangkannya dan beliau menjadi Guru Besar dlam Ilmu Ketatanegaraan. Murid-muridnya cukup banyak yang datang dari Pulau Jawa dan Sumatera termasuklah seorang cucu Sunan Gunung Jati dari Putrinya Panembahan Ratu yang dinikahi oleh Danuresia (Empu Eyang Dade Abang) yang bernama Syaikh Nurqodim al Baharudin (di sumsel dikenal dengan Puyang Awak). Pada akhirnya setelah Pai Lian Bang wafat, Sriwijaya diganti nama menjadi <strong>PALEMBANG</strong> yang diambil dari nama <strong>PAI LIAN BANG.</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18.7pt;"><strong><span lang="SV">D. Latar Belakang Mudzakarah ’Ulama Serumpun Melayu Tempo Dulu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span lang="SV">Setiap ulama yang shohih dapat dikenali langkah-langkahnya yang senatiasa menyusuaikan dengan panduan Alqur-an dan sunnah Rosul. Demikian pula analisis kami terhadap gerakan yang dibangun Syaikh Nurqodim al-Baharudin. Dengan segala keterbatasannya selaku manusia biasa dan dengan kesemangatannya selaku hamba Allah yang diberi amanah ke’ulamaan beliau telah berupaya membangun tata kehidupan masyarakat madani yang di contohkan Rosulullah Muhammad SAW. Inilah latar belakang pokok mudzakarah tersebut yaitu ingin mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang diatur dengan Syariat Dinullah dengan panduan dari Rosulnya. Beliau tidak bermaksud membangun kekuasan dengan sistem kerajaan. Namun masyarakat madani yang tunduk pada kepemimpinan Allah dan Rosul dengan ’Ulama sebagai Ulil Amrinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span lang="SV">Kemudian dengan melihat situasi dan kondisi perkembangan Islam di Eropa, Afrika, Asia, hingga wilayah Nusantara memberikan peluang yang besar kepada para ’ulama untuk menyebarkan ajaran Islam ke seluruh dunia, sehingga memberi corak tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Terciptanya kestabilitasan dan perbaikan sistem kehidupan yang meliputi aspek sosial, budaya, ekonomi, pemerintahan dan keamanan, militer dan ilmu pengetahuan merupakan salah satu <em>effect</em> positif penyebaran melalui Dakwah dan Jihad.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span lang="SV">Di rumpun melayu, khususnya setelah terjadi kekosongan kekuasaan<strong> </strong>di wilayah Sumatera Selatan akibat runtuhnya kekuasaan Sriwijaya dan Majapahit, dan terjadinya peralihan kekuasaan dari kerajaan Demak ke Pajang dan Mataram, sementara di wilayah Besemah (Pagaralam) masyarakat mengalami <em>disintegrasi </em>nilai-nilai kebudayaan yang mengakibatkan terciptanya kekacauan dalam sistem kehidupan sosial kemasyarakatan sehingga mereka kehilangan norma dan aturan yang mengatur tatanan kehidupan sosial. Hal ini yang menjadi faktor kedua dan mengilhami proses penyebaran Islam di wilayah Besemah dan Semendo oleh para ’ulama melalui proses mudzakarah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span lang="SV">Demikianlah dua latar pokok munculnya pertemuan ulama pada masa itu, yaitu <em>ittiba</em> kepada panduan Allah dan Rosul dengan gambaran dalilnya antara lain Surah al Anfal ayat 72, mengenai perintah iman, hijrah dan jihad. Selanjutnya kedua, yaitu kondisi dunia dan ummat yang menghendaki para ’ulama agar bersepakat mengangkat Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">E. Lokasi dan Hasil Keputusan Mudzakarah Ulama Tempo Dulu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span lang="SV">Keberadaan dan kegiatan dakwah yang dilakukan beliau lama-kelamaan mulai tersebar. Bahwa di daerah Batang Hari Sembilan telah ada seorang aulia yang bernama Syaikh Nur Qodim Al Baharudin. Banyaklah penghulu agama / pemuka agama dari berbagai daerah berdatangan memenuhi ajakan Puyang Nur Qodim untuk bermukim di Talang Tumutan Tujuh akhirnya diresmikanlah oleh Puyang Ratu Agung Empuh Eyang Dade Abang menjadi ”dusun Paradipe” (para penghulu agama) tahun1650 M / 1072 H sekarang dinamakan dusun Tue. Dari perluasan daerah inilah disebut wilayah jagad Semende Panjang Basemah Libagh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Kegiatan pembukaan wilayah oleh Syaikh al Baharudin antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">1.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Pembukaan dusun dan Wilayah Pertanian Pagaruyung yang dipimpin oleh Puyang Ahmad Pendekar Raje Adat Pagaruyung dari Tanah Minang Kabau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><span lang="SV">2.</span><span style="font-size:7pt;" lang="SV"> </span><span lang="SV">Pembaharuan dusun serta pemekaran Wilayah Peghapau yang dipimpin oleh Puyang Prikse Alam, dan Puyang Agung Nyawa beserta Puyang Tuan Kuase Raje Ulieh dari negeri Cina yang nama aslinya Ong Gun Tie</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;">3.<span style="font-size:7pt;"> </span>Pembukaan Dusun dengan pemukiman di dusun Muara Tenang oleh Putra Sunan Bonang dari Jawa. Di Tanjung Iman oleh Puyang Same Wali, di Padang Ratu oleh Puyang Nakanadin, di Tanjung Raye oleh Puyang Regan Bumi dan Tuan Guru Sakti Gumai serta di Tanjung Laut oleh Puyang Tuan Kacik berpusat di Pardipe</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;">4.<span style="font-size:7pt;"> </span>Pemekaran pembukaan wilayah Marga Semende, Muare Saung dan Marga Pulau Beringin (OKU).</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;">5.<span style="font-size:7pt;"> </span>Pembukaan wilaya Marga Semende Ulu Nasal dan Marga Semende Pajar Bulan Segirin Bengkulu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;">6.<span style="font-size:7pt;"> </span>Pembukaan dusun dan wilayah pertanian di Lampung yakni Marga Semende Waitenang, Marga Semende Wai Seputih, Marga Semende Kasui, Marga Semende Peghung dan Marga Semende Ulak Rengas (Raje Mang Kute) Muchtar Alam..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Pendiri Adat Semende</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1. a. Ratu Agung Umpu Eyang Dade Abang (Bapak Nur Qodim – Puyang Awak).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">b. Puyang Awak Syaikh Nurqodim Al Baharudin</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">2. Puyang Mas Penghulu Ulama Panglima Perang dari Gheci Mataram Jawa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">3. Ahmad Pendekar Raje Adat Pagaruyung dari Minang Kabau (Sumbar).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">4. Puyang Sang Ngerti Penghulu Agama dari Tebing Rindu Ati Bangkahulu (Bengkulu).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">5. Puyang Perikse Alam dari Lubuk Dendan Mulak Basemah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">6. Puyang Agung Nyawe.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">7. Puyang Lurus Sambung Ati dari gunung Puyung Banten Selatan Jabar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">8. Tuan Kuase Raje Ulie Depati Penanggungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">9. Puyang Lebi Abdul Kahar dari Pulau Panggung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">10. Tuan Mas Pangeran Bonang Muara Tenang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">11. Regan Bumi Nakanadin samewali Tanjung Raya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">12. Tuan Kecil dari Tanjung Laut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span lang="SV">Mengenai hasil keputusan yang di dapat, antara lain adalah munculnya rumusan kesepakatan ulama mengenai tahapan waktu kaderisasi ummat dan masa tegaknya daulah Islam di Rumpun Melayu. Rumusan ini menggunakan bahasa melayu setempat yang tercatat sampai saat ini dan mengandung pesan yang amat kuat, yaitu <em>”Tujuh Ganti Sembilan Gilir”</em>. Terjemahnya adalah tujuh generasi dan sembilan masa pergiliran Kesultanan”. Satu generasi adalah sekitar 40 tahun sehingga makna <em>tujuh ganti</em> adalah 280 tahun masa pengkaderan atau persiapan ummat ummat Islam untuk bangkit dan mengusir penjajah dari Eropa. Terbukti sekitar 300 tahun kemudian dari tahun 1650 penjajah belanda angkat kaki dari negeri ini. Kemudian Kesultanan Mataram sebagai pusat komunikasi dari kesultanan lain di rumpun melayu diberi batas amanah sampai ke 9 kepemimpinan untuk selanjutnya menegakkan Syariat Islam secara total.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span lang="SV">Data mengenai ulama yang hadir antara lain 40 ulama Malaka yang berangkat dari Johor, utusan Mataram Raden Seto dan Raden Khatib dan beberapa utusan lain dari Pagaruyung dan beberapa dari wilayah Rumou Melayu lainnya. Lokasi Mudzakarah Ulama ini adalah di Dusun Perdipe (Para Dipo; para penghulu agama).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span lang="SV">Demikianlah sekelumit data yang diperoleh, setelah dilakukan eksplorasi data literatur dan lapangan. Namun demikian segala sumber keterangan apabila bukan bersumber selain alqur-an akan ditemua <em>ikhtilaf</em> (perbedaan) seperti yang dijelaskanNYa dalam Surah Annisa 82. Maka kami pun membuka segala kesempatan untuk melengkapi, mengkoreksi dan meluruskan data sejarah ini.(TJ)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><em><span lang="SV">note : Boleh mengutip dan menyebarkan dengan mencantumkan sumbernya. (Red)</span></em></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><span style="color:#993300;"><strong><em><span style="font-style:normal;" lang="SV">hasil penelusuran tim pelacakan sejarah panitia pelaksana mudzakarah ulama .</span></em></strong></span></p>
</div>
<p class="MsoNormal"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakreza.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakreza.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakreza.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakreza.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakreza.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakreza.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakreza.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakreza.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakreza.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakreza.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakreza.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakreza.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakreza.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakreza.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=62&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/sejarah-mudzakarah-ulama-abad-ke-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b02f097888d9bcd989af9424f324b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">hanyahamba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEDUDUKAN AL &#8216;ULAMA</title>
		<link>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/kedudukan-al-ulama/</link>
		<comments>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/kedudukan-al-ulama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 03:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyahamba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakreza.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Muqoddimah Melihat berbagai persoalan yang dihadapi oleh ummat manusia, mengingatkan kita untuk kembali mentelaah semuanya dengan kacamata al Qur-an dan atau al Hadits Shohih, “apa yang seharusnya dilakukan?” Dimana Allah pasti tidak akan lagi menurunkan RasulNya seperti dalam al Qur-an Surah Al- Ahzab Ayat 40 yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad sebagai Rasul terakhir dan penutup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=57&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Muqoddimah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Melihat berbagai persoalan yang dihadapi oleh ummat manusia, mengingatkan kita untuk kembali mentelaah semuanya dengan kacamata al Qur-an dan atau al Hadits Shohih, “apa yang seharusnya dilakukan?” Dimana Allah pasti tidak akan lagi menurunkan RasulNya seperti dalam al Qur-an Surah Al- Ahzab Ayat 40 yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad sebagai Rasul terakhir dan penutup para Nabi. Selanjutnya ketika melihat al Qur-an Surah At-Taubah Ayat 33 dan al Hadits Shohih riwayat Muslim dari jalan Syadad bin Aus dan Tsauban yang pada intinya Allah menggambarkan bahwa pada akhir zaman pasti Dia tegakkan al Qur-an dan al Hadits Shohih sebagai Norma Hukum bagi seluruh ummat manusia dan semesta alam yang akhirnya manusia hanya terbagi menjadi dua golongan yaitu pertama mukmin yang dimuliakan Allah dan kafir yang dihinakan Allah. Maka yang menjadi pokok pertanyaan kita adalah, “siapa dan bagaimana menyongsong janji tersebut?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Allah SWT memberikan isyarat petunjuk dalam al Qur-an Surah Ash-Shof Ayat 14 dimana pada Ayat tersebut ada beberapa pokok penjelasan yaitu, pertama Nabi Isa Ibnu Maryam berkata “Siapakah penolong-penolongku kepada Allah” kalimat ini memberikan pengertian bahwa setelah para Rasul dan Nabi tidak diutus lagi dan hanya al Qur-an dan al Hadits Shohih sebagai bekalan, maka yang wajib bergerak untuk menjemput janjiNya adalah Al&#8217;Ulama dan Anshorullah.Dalam hal ini dijelaskan dalam al Qur-an Surah Fathir Ayat 28 dan al Qur-an Surah Asy-Syuro Ayat 13 Al ulama bekerja memandu dan menyeru ummat. Yang kedua ummat Islam secara umum bergerak menyambut seruan tersebut sebagai anshorullah. Sebagaimana sambutan hawariy kepada rasulullah Isa ,”Kami penolong diinullah”. Inilah yang disebut Muttabi atau pengikut setia Rasulullah yang siap menjadi Anshorullah, yang mereka ini harus mampu memenuhi apa yang disyaratkan Allah dalam Surah Al-Kahfi Ayat 28 dan 29 dimana disebutkan harus memiliki sikap teguh pendirian atau istiqomah dalam pola berjamaah dan pada al Qur-an Surah Al-Anfal Ayat 20 yaitu melakukan tansiq untuk menyatukan hati orang-orang yang beriman dalam suatu tandhim yang tertata dengan rapi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua golongan inilah yaitu Al&#8217;Ulama dan Hawariy yang siap menjemput janji Allah akan keberlakuan HukumNya di muka bumi yang dilakui siang dan malam sampai akhir zaman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Pokok Kajian</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesungguhnya Allah telah memberikan petunjuk berupa gambaran dari satu sikap hamba Allah yang tidak terlena oleh berbagai permasalahan yang berkaitan dengan gejolak kehidupan duniawiyah, sebagaimana digambarkan dalam Surah An-Nur Ayat 37, yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>“Para lelaki yang tidak dapat terlalaikan mereka itu oleh perniagaan dan jual beli terhadap mengingati Allah, dan mendirikan sholat dan membayarkan zakat (lantaran) mereka takut akan suatu hari (dimana) terjadi goncang pada waktu itu, hati dan pandangan&#8221;</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ayat tersebut bila dihubungkan dengan ayat sebelum dan sesudahnya, sangat jelas menggambarkan tentang sikap &#8220;Al&#8217;Ulama&#8221; yang senantiasa berupaya menepati tugas dan tanggung jawabnya dalam menjunjung tinggi Kalimatullah. <span lang="FI">Oleh karena itu, maka Rasulullah menjelaskan dalam haditsnya mengenai dua macam kedudukan Al &#8216;Ulama. Pertama, &#8216;Ulama itu adalah pemegang amanah Allah atas makhluqNya yang menjelaskan al Qur-an Surah Fathir Ayat 28. Kedua, Al &#8216;Ulama sebagai pemegang amanah para Rasul dengan dalil Surah Asy-Syuro Ayat 13. Sehingga dengan kedudukan ini Al &#8216;Ulama akan senantiasa berupaya untuk mematuhi dan menepati batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="FI">Pembahasan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Bahwa sebenarnya &#8220;Al&#8217;Ulama&#8221; adalah hamba Allah yang faqir, artinya senantiasa berharap keridhoan Allah dalam segala kiprah hidupnya untuk menepati pengabdiannya. Berarti kepribadiannya sudah harus terukur, sebagaimana dijelaskan dalam Surah At-Taubah Ayat 24, bahwa mereka itu “cinta kepada Allah, RasulNya dan Jihad di jalanNya diatas segalanya”. Inilah tatanan kepribadian utama yang membuat Al&#8217;Ulama disebut Al&#8217;Arif dan Al&#8217;Khowasy. Kemudian hal ini memunculkan sikap ketulusan hati dalam ketha&#8217;atan, sehingga berupaya sekuat mungkin menepati perintah Allah dengan tidak akan pernah mencampur-adukkan antara yang haq dengan yang bathil. Sikap inilah yang dicantumkan Allah di dalam Surah Al-Baqoroh Ayat 42.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span lang="FI">“Dan janganlah mencampur-adukkan al haq dengan yang bathil, dan kamu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span lang="FI">menyembunyikan al haq sedangkan kamu mengetahui”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Muatan makna dari ayat ini antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="FI">A.</span></strong><span lang="FI"> Al&#8217;Ulama dituntut kemampuannya dalam memahami beberapa batasan dari Allah, antara lain adalah ketetapan Allah untuk memiliki &#8220;hija-ban mastu-ro&#8221; (dinding pembatas atau pembeda) yang dinyatakanNya dalam Surah Al-Isro Ayat 45. Maka dengan itu akan berkemampuan menjelaskan berbagai perbedaan sifat (antagonistic) antara dinul Islam- dari dan milik Allah, dengan system hidup buatan manusia. Diantaranya perbedaan antara Asy-Syiyasah dengan Politik yang merupakan produk fikiran manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="FI">B. </span></strong><span lang="FI">Berdasarkan Surah Al-Anfal Ayat 24 bahwa dituntut kemampuannya dalam mewaspadai diri, terhadap keberadaan potensi nafsu dan al`aqlu, yang antara keduanya ada pembatas. Nafsu adalah tempat atau intuisi yang sangat potensial bagi bisikan syaithon. Sedangkan al`aqlu adalah intuisi bagi suara wahyu. Artinya dalam menerima perintah dari al Qur-an harus menempatkannya dalam al`aqlu bukan dilandasi nafsu. Dengan adanya kontrol diri ini maka al &#8216;Ulama akan dapat melakukan pengkondisian terhadap ummat Islam ke arah yang benar, agar mereka tidak terpengaruh oleh bisikan nafsu angkara murka yang dijelaskan Surah Yusuf Ayat 53. Maka dengan ini akan tampaklah bahwa sesungguhnya Islam itu mengutamakan cinta kasih terhadap ummat manusia, karena masalah manusia adalah topik utama dalam al Qur-an sebagaimana panduan dalil Surah Al-Maidah Ayat 32.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Manakala hal tersebut telah difahami, maka dengan berpedoman pada Kaidah Menejemen al Qur-an yang dijelaskan Surah Al-Furqon Ayat 52 serta wujud dari menejemen al Qur-an yang dijelaskan juga pada Surah Al-An&#8217;am Ayat 153, secara jelas al &#8216;Ulama akan mampu memberikan jalan keluar kepada Ummat Islam ketika mereka dihadapkan dengan beberapa kenyataan, antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">1. Dalam kehidupan global (ma-adina), dipastikan setiap Negara di dunia telah mengalami proses “integrasi” atau penyatuan dalam berbagai kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2. Dalam hubungan antar bangsa secara pasti terjadi proses “interdependency”, yaitu terjadi saling ketergantungan dalam hal saling memberi dan menerima, antara lain dalam hal warna peradaban.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengatasi hal tersebut, jelas tidak mungkin bisa menemukan antisipasinya, selama para &#8216;Ulama hanya berfikir sebatas “rumah tangganya”, &#8211; maksudnya sebatas negerinya masing-masing -red. Karena yang dihadapi Ummat Islam adalah sembilan aktor intellectual yang dimotori oleh &#8220;system Mafia&#8221; yang dijelaskan oleh Allah pada Surah An-Namj Ayat 48 dan 49; Padahal kesemuanya permasalahan itu tanggung jawabnya telah Allah dan RasulNya tetapkan kepada &#8220;Al&#8217;Ulama&#8221;. Disatu sisi Allah telah berjanji akan kemenangan Islam di Akhir zaman yang mesti disongsong sebagaimana ditetapkanNya dalam al Qur-an Surah At-Taubah Ayat 33.-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh karena itu dengan adanya perintah Allah yang ditujukan kepada para &#8216;Ulama dimana mereka dituntut kesiapannya untuk melakukan &#8220;Ittifa-qul &#8216;Ulama” sebagaimana tersebut dalam al Qur-an Surah Al-Baqoroh Ayat 208 dengan istilah lain “kesepakatan &#8216;Ulama”, yang diprakarsai Dewan Perancang dan Panitia Pelaksana atau anshorullah menurut al Qur-an Surah Ash-Shof Ayat 14 dengan melalui proses &#8220;Mudzakarah &#8216;Ulama&#8221;.- <em>InsyaAllah.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakreza.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakreza.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakreza.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakreza.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakreza.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakreza.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakreza.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakreza.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakreza.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakreza.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakreza.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakreza.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakreza.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakreza.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=57&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/kedudukan-al-ulama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b02f097888d9bcd989af9424f324b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">hanyahamba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Memelihara Citra dan Cita Islam</title>
		<link>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/cara-memelihara-citra-dan-cita-islam/</link>
		<comments>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/cara-memelihara-citra-dan-cita-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 03:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyahamba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/cara-memelihara-citra-dan-cita-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Perlu kita ingat bersama beberapa pesan penting di dalam al Qur-an bahwa keberadaan Rosulullah Muhammad dan al Qur-an ditetapkan Allah untuk diiukuti oleh ummat manusia seluruh dunia, serta Dinul Islam itu sifatnya universal. Artinya, Dinul Islam adalah sistem ajaran yang tidak akan pernah bertentangan dengan fithrah manusia, keberlakuaannya untuk sepanjang zaman. Islam adalah produk mutlaq [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=56&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<div id="28231_kdub2"><strong> </strong><span style="font-size:18pt;color:#006600;">P</span>erlu kita ingat bersama beberapa pesan penting di dalam al Qur-an bahwa keberadaan <strong>Rosulullah Muhammad</strong> dan <strong>al Qur-an </strong>ditetapkan Allah untuk diiukuti oleh ummat manusia seluruh dunia, serta <strong>Dinul Islam</strong> itu sifatnya <strong>universal</strong>. Artinya, Dinul Islam adalah sistem ajaran yang tidak akan pernah bertentangan dengan fithrah manusia, keberlakuaannya untuk sepanjang zaman. Islam adalah produk mutlaq dari al Kholiq yang muatannya suci dari segala campur tangan nafsu dan logika manusia. Islam hanya akan dirasa bertentangan bila dihadapkan kehendak nafsu manusia yang telah dikuasai oleh kehendak syaithoniyah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bukankah Allah telah menjelaskan secara sempurna terhadap hal ini dalam ayat-ayatNya :</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Qs. 34      :28, bahwa <strong>Rosulullah diutus untuk ummat manusia secara <em>kaffah</em></strong> (keseluruhan)</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 .5in .0001pt 16.2pt;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ (٢٨)</span><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 .5in .0001pt 16.2pt;" dir="rtl"><span lang="AR-SA"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 16.2pt .0001pt .5in;"><em>Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.</em><span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 16.2pt .0001pt .5in;"><span dir="ltr"></span><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Qs. 45 :      20, <strong>al Qur-an sebagai sumber kaidah hokum bagai seluruh manusia</strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:.5in;text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ (٢٠)</span><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em>Al Qur-an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.</em><span style="font-size:10pt;"> </span><span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Qs. 3 :      19, bahwa <strong>Dinul Islam untuk seluruh manusia</strong>, dimana sebagai <strong>makhluq</strong> yang wajib tunduk kepada kehendak <strong>al Kholiq</strong>.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 .5in .0001pt;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (١٩)</span><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 16.2pt .0001pt .5in;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 16.2pt .0001pt .5in;"><em>Sesungguhnya ad Diin  (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam, tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;">Dengan demikian, apabila manusia telah menerima ketetapan ini maka dirinya disebut muslim, artinya berserah diri. Sedangkan Allah menyebut hambaNya yang demikian dengan suatu panggilan khusus &#8220;<strong>ummat terbaik</strong>&#8221;  (lihat Qs.3 : 110). Di dalam kata <em>khoiru ummah </em>mengandung muatan dan pesan khusus yang wajib kita fahami dan laksanakan. Ummat Terbaik artinya pilihan, dimana tidak semua manusia menyandang gelar kehormatan ini. Mereka ini adalah hamba-hamba yang sengaja dikeluarkannya ke tengah manusia sebagai &#8220;tim spesialis&#8221; atau &#8220;agen perubahan&#8221; dan &#8220;ummat teladan&#8221; yang membawa misi pencerahan, pembangunan lahir-bathin dengan cara menegakkan <em>al ma&#8217;ruf </em>dan mencegah dari <em>al munkar</em> sedang mereka beriman kepada Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk dapat menjalankan misi menegakkan <em>al ma&#8217;ruf </em>dan mencegah dari <em>al munkar</em> ini secara benar, tentunya memerlukan beberapa perbekalan khusus, yaitu :</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Meluruskan      niat atau motivasi, yaitu bekerja dengan semata-mata merasa didorong oleh      adanya perintah untuk mengabdi kepada Allah secara ikhlas menjalankan      Addin. Kemudian memunculkan sikap kepeloporan tanpa menunggu orang lain      memulainya (Qs.39:11-12).</li>
<li class="MsoNormal">Membangun      kehidupan berjamaah (Qs.3 :110), yang didalamnya tercermin pengamalan      Dinul Islam dan terbangun sifat dan sikap <em>mahabbah wa rahmah</em> (cinta      kasih dalam rumah tangga), <em>mawaddah fil qurba</em> (cinta kasih sesama      muslim), dan mahabbah warrahmah (cinta kasih kepada seluruh manusia).</li>
<li class="MsoNormal">Sabar      dalam kehidupan berjamaah bersama orang-orang yang menyeru kepada Allah      dengan tanpa sekalipun berpaling dari mereka karena tergoda oleh dunia      (Qs.18 : 28).</li>
<li class="MsoNormal">Pembenahan      hati dari sifat fasiq, yaitu dengan cara berupaya mencintai Allah,      Rosulullah dan Jihad di jalanNya diatas segala kecintaan terhadap bapak,      anak, saudara, istri, keluarga, kekayaan, perdagangan, dan tempat tinggal      (Qs.9:24).</li>
<li class="MsoNormal">Mempersiapkan      sarana dan prasarana untuk kebutuhan perjuangan tegaknya Kalimatullah      (Qs.8 : 60).</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maka tatkala perbekalan diatas telah terpenuhi, berarti hamba-hamba Allah tersebut telah memenuhi syarat untuk melaksanakan suatu tugas dari Allah dalam yang dinyatakanNya dalam Qs.41:33,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (٣٣)</span><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em>&#8220;Maka siapakah yang Paling Baik perkataannya selain orang-orang yang mengajak kepada (jalan) Allah, dan (mereka) mengiringinya dengan &#8216;amal sholih dan seraya berkata kami dari golongan muslim (yang menjalankan Dinul Islam)&#8221;</em><span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Objek Kerja yang Pasti Dihadapi oleh Ummat Terbaik</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagai ketentuan yang sangat wajar atau disebut <em>sunatullah</em>, bahwasannya segala yang tercipta memiliki pasangan yang bersifat antagonistic-berlawanan sifat. Contoh sederhana adanya malam dan siang, gelap dan terang, serta laki dengan perempuan. Begitupun terhadap hamba yang beriman mau tidak mau pasti senatiasa akan dimusuhi oleh orang-orang kafir dengan segala wujud &#8216;amaliyah atau kerjanya dan tingkatan pengingkarannya.<br />
Jika hamba yang beriman menyeru manusia kepada sifat-sifat <strong>kemanusian</strong> yang secara fithrah menginginkan jati-dirinya senantiasa ingin menghambakan diri kepada Al Khaliq, maka berbeda 180 derajat dengan kemauan orang yang terkena <strong><em>dehumanisasi</em>. </strong>Dehumanisasi maknanya adalah orang yang kehilangan sifat manusia serta telah mengalami kemerosotan akhlaqnya selaku makhluq yang dicipta sehingga secara congkak membelakangi tuntunan dari Sang Pencipta.<br />
Secara ringkas, factor pemicu seseorang dapat mengalami <em>dehumanisasi </em>ini dapat dibagi menjadi beberapa sebab yang kesemuanya adalah cerminan sikap-sikap mereka sendiri dalam menerima kebenaran, yaitu dengan beberapa istilah:</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><em>Skepticism</em></strong>,      yaitu sikap acuh tak acuh, secara lahir seolah mendengar namun       kenyataannya menulikan telinga (Qs. 8      : 21).</li>
<li class="MsoNormal"><strong><em>Agnostics</em></strong>,      yaitu sikap angkuh dan menghalangi tegaknya kebenaran  (Qs.8:47).</li>
<li class="MsoNormal"><strong><em>Eclecticism</em></strong>,      yaitu kebiasaan berpedoman dengan pendapat kebanyakan manusia dengan mengabaikan      pendapat al Qur-an (Qs.6:116).</li>
<li class="MsoNormal"><strong><em>Hedonism</em></strong>,      yaitu tergila-gila dengan kehidupan dunia yang singkat dan sengaja tidak      peduli kehidupan akhirat yang kekal dan telah menunggunya (Qs. 76 :27).</li>
<li class="MsoNormal"><strong><em>Logistic</em></strong>,      yaitu qoum yang melandasi hidupnya atas dasar kemampuan fikir  yang      sejatinya ditetapkanNya terbatas kemampuannya untuk mencerna tentang      kehidupan dan kematian, kecuali fikiran yang berlandaskan petunjuk wahyu      dari Allah (Qs.45 : 24).</li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><strong>Dasar Pokok Kajian</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">Petunjuk Allah atas hambaNya dalam upaya menjunjung tinggi Kalimatullah, antara lain dapat mengambil dasar pokok yang tersebut dalam al Qur-an, yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">a. Al Qur-an Surah Az-Zumar Ayat 3: Bahwa Ad-Diin dari Allah itu &#8220;<strong>bersih</strong>&#8221; dari segala hal yang akan dapat mengotori wujud pelaksanaan dari kaidah-kaidahnya. Bila dicampur dengan kekotoran nafsu maka hasilnyapun tidak akan pernah sampai dalam mencapai target.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ (٣)</span><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah ad Diin yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): &#8220;Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya&#8221;. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar</span></em><span style="font-family:&quot;">.</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span><span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal">b. Al Qur-an Surah Fathir Ayat 10: Bahwa target &#8220;kemuliaan&#8221; dalam bentuk apapun hanya akan diperoleh melalui perantaraan hamba-hambaNya yang mengupayakan dirinya untuk berada dalam &#8220;kondisi bersih dalam bertauhid dan ber&#8217;amal sholih&#8221;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ (١٠)</span><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, Maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. dan rencana jahat mereka akan hancur.</span></em><span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal">Dengan ketetapan tersebut berarti bahwa yang senantiasa membuat kotor itu adalah &#8220;faktor nafsu&#8221; (Qs. Yusuf : 53) yang ditetapkanNya sebagai sarang bisikan syaithon (Qs. An-Nisa : 118).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ (٥٣)</span><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&quot;">Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Robbku. Sesungguhnya Robbku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.</span></em><span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA">لَعَنَهُ اللَّهُ وَقَالَ لأتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا (١١٨)</span><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Yang dila&#8217;nati Allah dan syaitan itu mengatakan: &#8220;Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya-yaitu nafsu)</em><span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;">Maka Mengingat bahwa:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">01. Allah telah memberikan sinyal terhadap kondisi nafsu muthmainnah, yaitu nafsu asal manusia yang tenang untuk melayani kebutuhan pemiliknya (Qs. Al-Fajr : 27-30).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">02. Allah telah membatasi antara nafsu dengan `aqal pada hati manusia (Qs. Al-Anfal : 24) sehingga berarti bahwa `aqal pada hati nurani dituntut mengendalikan nafsu, sehingga manusia akan senantiasa menepati perintah tha&#8217;at hanya kepada Allah dan RasulNya (Qs. Al-Anfal : 20).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan menepati perintah tha&#8217;at hanya kepada Allah dan RasulNya sebgai kaidah taqwa, maka Allah menjanjikan akan mendatangkan dua bagian dari rahmatNya, sehingga &#8220;Cahaya Kebenaran&#8221; akan senatiasa mengitarinya (Qs.Al-Hadid : 28).  Inilah yang disebut kemenangan pemberian Allah terhadap hamba-hambaNya dalam menghadapi Ahli Kitab (Keuskupan Vatikan) dan musyrikin (PBB atau UNO). Karena ujung perjalanan Islam adalah Allah tegakkan Daulah Islam Dunia atas ummat manusia berdasarkan Kehendak dan KuasaNya.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Pembahasan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan memahami terhadap petunjuk dalil sebagai dasar pokok kajian tersebut, maka dapat difaham secara jelas, antara lain bahwa:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A. Ad-Diinul Islam dengan segala sistem dan bentuk peng&#8217;amalannya, adalah kepunyaan dan ketetapan, serta wasiat mutlaq Yang Pencipta (Qs.Al-An&#8217;am : 53) yang secara pasti merupakan &#8220;perbekalan sempurna&#8221; bagi penterapan dimensi pengabdian manusia dan kemanusiaan (Qs. Al-Anbiya : 106). Inilah Sistem yang ditetapkan Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">B. Allah selamanya tidak pernah membenarkan terhadap segala sistem dari hasil produk manusia, apapun alasannya (Qs. Al-Kahfi : 103-105). Sistem yang mengada-ada (bid&#8217;ah) inilah sebagai penyebab kerusakan ummat manusia diseluruh dunia (Qs. Al-A&#8217;rof : 106). System ini disebut <strong>politik</strong> dan ini telah dipelopori oleh Ulama Ahli Kitab (Qs. At-Taubah : 34) yang dikemas melalui &#8220;perpaduan antara faktor nafsu dengan faktor sejarah peradaban Yunani kuno&#8221; (Qs. Al-Jatsiyah : 23-24)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemudian selanjutnya berkembang menjadi &#8220;pola sistem pemisahan antara agama dengan kenegaraan&#8221; atau sekularisme, sehingga memunculkan tokoh-tokoh sekular dengan konsepnya yang dipersiapkan untuk meracuni bagi kehidupan masyarakat dunia seperti antara lain : Socrates, Plato, Aristotle&#8217;s, Montesquieu, Dente, Kent, Machiavelli, Maltose dan sebagainya. Dan inilah pula dalam kenyataannya yang dipedomi oleh sebagian besar  negara-negara di dunia yaitu sistem yang bertentangan dengan kebenaran dari Allah.<br />
Maka berarti bahwa antara kedua sistem tersebut jelas terjadi antagonisme. Dan andaikatapun dibuat dalam bentuk istilah yang berbeda sumber dan bahasa sekalipun maka tetap pasti terjadi apa yang disebut &#8220;Sifat Antagonistik&#8221; dari kedua sistem tersebut (Qs. Al-Isro&#8217; : 45).<br />
Oleh karena itu bagi tiap pribadi yang telah menerima &#8220;Cahaya Islam&#8221; (Qs.Az-Zumar :22) dan &#8220;hidayah&#8221; (Qs. Yunus : 100), di dalam mengemban amanah Islam <strong>tidak dibenarkan merusak citra dan cita Islam</strong>. Oleh karena itu adalah wajib hukumnya untuk menepati sistem yang ditetapkan Allah (Qs. Al-Furqon : 52) yang dipandukan oleh RasulNya (Qs.Al-Hujurot : 7), sehingga dengan menepati hal ini seorang hamba Allah akan menjadi saksi (syahid) terhadap kedatangan Daulah Islam Dunia atas Kehendak dan Kekuasaan Allah. Dengan demikian jelaslah bahwa hanya sistem dari Allah yaitu Dinul Islam yang wajib dipedomani, kemudian para `Ulama al `Arif dan al Khowasy pulalah yang berperan utama dalam memandu ummat mutaakhir, mengingat bahwa nilai kemanusiaan adalah topik utama dalam al Qur-an.-</p>
<p class="MsoNormal"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><em><span style="font-size:10pt;">Disarikan dari Kaderisasi Mubaligh Sunnah, Sabtu 26 Rab&#8217;iul Akhir 1429 H,<br />
Penyaji: Ust,Muhammad Bardan Kindarto.</span></em></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakreza.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakreza.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakreza.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakreza.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakreza.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakreza.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakreza.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakreza.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakreza.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakreza.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakreza.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakreza.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakreza.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakreza.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=56&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/cara-memelihara-citra-dan-cita-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b02f097888d9bcd989af9424f324b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">hanyahamba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AWWALUL MUSLIMIN</title>
		<link>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/awwalul-muslimin/</link>
		<comments>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/awwalul-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 02:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyahamba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[awwalul muslimin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakreza.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana telah difahami bahwa keadaan manusia sebagai makhluq sosial berdasarkan Sunnatullah adalah terbagi kepada tiga ketetapan, yaitu: a. Keberadaannya sesuai dengan kejadiannya, yaitu diberi kemampuan untuk menentukan dirinya sendiri, sehingga karena itu mempunyai tujuan yang berbeda-beda, dan dari sinilah manusia akan memperoleh Hidayah dari Allah atau sebaliknya. sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=52&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><span> </span><span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagaimana telah difahami bahwa keadaan manusia sebagai makhluq sosial berdasarkan Sunnatullah adalah terbagi kepada tiga ketetapan, yaitu:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">a. Keberadaannya sesuai dengan kejadiannya, yaitu diberi kemampuan untuk menentukan dirinya sendiri, sehingga karena itu mempunyai tujuan yang berbeda-beda, dan dari sinilah manusia akan memperoleh Hidayah dari Allah atau sebaliknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><em>sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. serta mendustakan pahala terbaik maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar</em></span> [qa4-10s92=al lail].-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">b. Keberadaannya sebagai makhluq sosial, sehingga dengan itu terjadi perkawinan antara laki dengan perempuan untuk membangun masyarakat manusia dalam bentuk berbangsa-bangsa dan berqabilah-qabilah. [q13s49=al hujurat].-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">c. Allah telah menetapkan tanggung jawab mengabdi (beribadat), dengan meliputi vertikal, horizontal<span> </span>dan konskwensial. [qa56s51=adz dzariyat].-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan yang tersebut maka Allah telah memberikan ketetapan perihal tujuan hidup sebagaimana difirmankan dalam surah Al An’am 162-163, yaitu:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Katakanlah (Muhammad):” Sesungguhnya<span> </span>shalatku dan ‘ibadatku dan hidupku dan matiku adalah untuk Allah Robb sekalian alam”; ”Tiada sekutu bagiNya, dan dengan demikian itu aku diperintah dan aku adalah awal daripada orang-orang yang berserah diri”.- </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Petunjuk firman tersebut secara maknawi memberikan gambaran tentang ketetapan Allah atas RasulNya sebagai pemandu dalam hal Syari’at</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><em>Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui</em></span> [qa18s45=al jatsiyah]</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sebagaimana ketetapanNya dari semenjak Nuh ‘alaihis salam[qa13s42=asy syura]. Dengan demikian maka tanggung jawab hamba Allah yang telah menerima Nur Hidayah Islam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><em>Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata</em></span> [qa22s39=az zumar]</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dalam menepati sebagai muttabi’ur rasul<span> </span>wajib untuk sabiq -bil khoirat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><em>Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka</em></span> [qa32s35=fathir], sehingga akan memiliki sifat kepeloporan dalam Islam atas perintah Allah.-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tugas Kepeloporan dalam Islam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bahwa sesungguhnya yang menjadi tuntutan dalil sebagaimana tersebut meliputi antar lain:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">01. Wajib faham dan penuh penghayatan terhadap makna fithrah sebagai hamba yang wajib mengabdi hanya kepadaNya dengan meliputi seluruh dimensinya. [qa30s30=ar rum].-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">02. Fungsi Rasulullah saw adalah wajib dijadikan sebagai pedoman<span> </span>dalam seluruh panduannya, baik dalam segi pemahaman tentang Al Haditsnya maupun secara pola dan sistemnya. [qa7s49=al hujurat], berikut sikap kepeduliannya terhadap kondisi ummat. [qa128s9=at taubah].-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">03. Wajib mengupayakan dan mengutamakan Akhlaq Tauhid dalam tiap diri pribadinya, sehingga dengan itu akan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">berkemampuan menjadikan kaidah akhlaq sebagai ukuran perkembangan dalam kehidupan masyarakat manusia [qa110s3=ali imron].-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">04. Wajib memupuk semangat jihad dalam diri pribadinya dengan disertai pengorbanannya dibidang maal dan ataupun kesemangatan dalam bentuk aktivitas rutin dengan penuh optimistik. [qa44s9= at taubah].-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">05. Wajib menyadari terhadap makna “ruhama’ antara muslim dan tajum terhadap kafir”, karena dengan itu tidak akan membuahkan tindakan maupun gerakan yang gegabah dan merusak citra Islam dan Muslim. [qa29s48=al fath].-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Disamping itu dalam membangun sifat kepeloporan dalam diri pribadi maka dituntut kemampuannya dalam memegang amanah, dan benar dalam segala pembicaraannya, dan terpuji sesuai tuntutan dalam menepati akhlaqul ‘adhim, serta mampu mencari dan mengupayakan penghidupan yang halal. [ al Hadits asy Syaikhon, Ahmad, Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].-</p>
<p>Ditulis oleh Ust Muhd. Bardan Kindarto</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakreza.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakreza.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakreza.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakreza.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakreza.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakreza.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakreza.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakreza.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakreza.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakreza.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakreza.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakreza.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakreza.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakreza.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=52&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/awwalul-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b02f097888d9bcd989af9424f324b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">hanyahamba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hIJRAH RASUL</title>
		<link>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/hijrah-rasul/</link>
		<comments>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/hijrah-rasul/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 02:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyahamba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[hijratur rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakreza.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Dengan mengamati terhadap beberapa pembuktian yang ditunjukkan dalam Al Qur-an,bahwa Allah telah mengisyaratkan kepada RasulNya melalui WahyuNya, bahwa Al Qur-an adalah sebagai furqon dan tidak akan pernah dapat disamakan dengan tanggapan kaum jahiliyah sebagai dongengan zaman dahulu, maka sebagai jawaban terhadap tipu daya jahat mereka kemudian Rasulullah menuntunkan melalui “Panduan Isyarat” dari Allah yang disebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=50&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !supportEmptyParas]--><!--[endif]-->Dengan mengamati terhadap beberapa pembuktian yang ditunjukkan dalam Al Qur-an,bahwa Allah telah mengisyaratkan kepada RasulNya melalui WahyuNya, bahwa Al Qur-an adalah sebagai furqon dan tidak akan pernah dapat disamakan dengan tanggapan kaum jahiliyah sebagai dongengan zaman dahulu, maka sebagai jawaban terhadap tipu daya jahat mereka kemudian Rasulullah menuntunkan melalui “Panduan Isyarat” dari Allah yang disebut Hijratur Rasul dari Makkah ke Madinah. Panduan tersebut berdasarkan isyarat dari petunjuk Wahyu [qa3-4s53=an najm], maka diterangkan dalam Surah Al Anfal 31,yaitu:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“<em>Dan(ketahuilah) ketika orang-orang kafir itu mengatur tipu daya kepadamu untuk menahanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Dan(ketahuilah)mereka mengatur tipu daya, dan Allah juga mengatur tipu daya, dan Allah itu sebaik-baik yang dapat mengatasi tipu daya</em>”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ayat tersebut merupakan peringatan dari Yang Maha Mengetahui hati manusia, maka setelah terjadi proses hijrah, Allah mengingatkan melalui bimbingan wahyuNya dalam Surah An Nisa 100, yaitu:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Dan barang siapa berhijrah dalam jalan Allah niscaya dia dapati dibumi ini tempat perlindungan yang banyak dan luas, dan barang siapa keluar dari rumahnya sebagai orang yang berhijrah kepada Allah dan RasulNya kemudian dia menemui kematian kepadanya, maka sungguh telah tetap ganjarannya atas Allah. Dan adalah Allah itu Yang Pengampun Yang Penyayang</em>”.-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan yang tersebut maka Rasulullah saw telah menjelaskan tentang motivasi Hijrah bagi orang yang beriman.-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Analisa Panduan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bahwa sesungguhnya peristiwa Hijratur Rasul merupakan peristiwa yang telah dikenal oleh Dunia Islam pada khususnya dan ummat manusia pada umumnya, dan bahkan keberadaan Tahun Baru Hijriyah juga difaham secara umum. Akan tetapi yang harus mendapatkan tempat khusus dalam pemahaman daripada<span> </span>Hijratur Rasul bagi ummat Islam adalah antara lain:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">A. Hijrah mempunyai pengertian ”memutuskan hubungan” ; Dimaksudkan adalah meninggalkan Sistem yang dibuat oleh kaum humanisme sekuler</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><em>Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?</em></span> [qa23s45=al jatsiyah]</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">menuju Sistem yang ditetapkan oleh Allah :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><em>dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa</em></span> [qa153s6=al an’am].</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan demikian maka akan dapat membangun sumber daya manusia yang berdaya guna sesuai dengan amanah yang ditetapkan Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><em>Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur<strong><sup>[973]</sup></strong> sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh</em></span> [qa105s21=al anbiya]</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">menuju kesejahteraan lahir bathin dengan kemajuan yang pesat bersama KeredlaanNya tanpa harus berhadapan dengan kekuatan alam yang dahsyat.-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">B. Hijrah mempunyai pengertian“tindakan pengkondisian”;Dimaksudkan adalah sebagaimana<span> </span>Rasulullah saw telah membangun hubungan hati (tansiq) antara muhajirin dan anshor di Madinah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><em>Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman<strong><sup>]</sup></strong> dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. </em></span>[qa10-12s49=al hujurat].</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemudian dilanjutkan dengan membangun kemitraan dengan Ahli Kitab dan membuat Konstitusi tertulis pertama kali didunia yang berisikan 10 Bab meliputi 47 Pasal, sebagai langkah awal menuju Rahmatan lil ‘alamin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><em>Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam</em> </span>[qa107s21=al anbiya].</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan yang tersebut maka dapat dimengerti bahwa makna Hijratur Rasul dalam kondisi dunia yang telah mengalami keretakan kemanusiaan secara total, berarti saatnya “membuat dan meletakkan Metode Operasional yang digelar secara mendunia”, karena Rasulullah adalah teladan sepanjang zaman yang<span> </span>paling<span> </span>Shahih (akurat dan valid) menurut petunjuk Al Qur-an</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><em>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah</em> </span>.[qa21s33=al ahzab].<em> <span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">oleh Ust  Muhd. Bardan Kindarto<span> </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Panduan Al Qur-an</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span> </span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakreza.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakreza.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakreza.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakreza.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakreza.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakreza.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakreza.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakreza.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakreza.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakreza.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakreza.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakreza.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakreza.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakreza.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=50&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakreza.wordpress.com/2009/01/11/hijrah-rasul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b02f097888d9bcd989af9424f324b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">hanyahamba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan Seorang Pejuang</title>
		<link>http://otakreza.wordpress.com/2008/11/05/renungan-seorang-pejuang/</link>
		<comments>http://otakreza.wordpress.com/2008/11/05/renungan-seorang-pejuang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 04:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyahamba</dc:creator>
				<category><![CDATA[sebuah perenungan]]></category>
		<category><![CDATA[sumpahpemudasampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakreza.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh beruntung bangsa ini. Betapa tidak, gejolak penjajahan asing di negeri ini tidak menyurutkan langkah pemuda kita pada saat itu untuk berjuang dan berkarya menegakan izzah bangsa ini untuk menjadi bangsa yang bebas dan bermartabat. Desing peluru dan pengkebiran hak tak mampu menggoyahkan langkah mereka mengejar ilmu untuk semakin menghadirkan karya dan manfaat bagi bagsa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=30&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Sungguh beruntung bangsa ini. Betapa tidak, gejolak penjajahan asing di negeri ini tidak menyurutkan langkah pemuda kita pada saat itu untuk berjuang dan berkarya menegakan izzah bangsa ini untuk menjadi bangsa yang bebas dan bermartabat. Desing peluru dan pengkebiran hak tak mampu menggoyahkan langkah mereka mengejar ilmu untuk semakin menghadirkan karya dan manfaat bagi bagsa ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Tetes darah bukan hal menakutkan, moncong senapan bukanlah pelumer nyali, desing peluru tak di perdulikan dan mereka menjawab dengan mata tombak dan keringat. Ada juga yang memberontak dengan carik-carik kertas usang dan ujung pena. Mereka mencabik dan menggores. Mereka menghujam dan mencoret. Berjuang di antara merah darah dan hitam tinta. Dan karya perjuangan itu tetap tegas sebagai saksi sejarah akan idealisme mereka, akan kerasnya jiwa yang di tempa dalam cekaman penjajah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Tak ada cinta melaikan tersungkur di medan jihad berkeringat. Tak ada sayang melainkan <span id="more-30"></span><!--more-->fikiran yang mengawang dan membahana. Bukan karena dinda mereka berjuang, tak pula karena cinta buta. Cita-cita adalah kemerdekaan atau syahid di jalan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Sebuah perjalanan panjang perjuangan pemuda di negeri ini. Akankah catatan kembali tergores di saat sms semakin murah ? atau suara yang mendayu-dayu di balik handphone dengan nelpon gratis berjam-jam. Yang melenakan sebagian pemuda kita di akhir-akhir ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Akankanh darah kembali tumpah saat yang di perjuangkan berdalih atas nama cinta dan mereka merengek manja di atas jembatan gelap, bisik-bisik maksiat di ujung jalan dan raba-raba terlaknat di atas ranjang-ranjang empuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Saat pandu-pandu wanita membawa minuman, membalut perban dan memalingkan lirikan. Mereka ingin berkata dalam gerang kesakitan bahwa : “dik….perjuangan belum selesai….” Dan dik lirik itu kembali ada dalam nafsu menggelora “..dan kau begitu seksi….”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Mereka duduk di pinggir jalan. Tiarap menantikan tank-tank perkasa melintas sesaat dentuman besar meluluhkan jembatan tegar yang di lewati tank itu. Darah anyir bersimbah dan di pinggir jalan mereka bertakbir, mereka bersorak dan siap kembali melanjutkan gerilya. Dan kelanjutan itu bersambung hingga kini. Saat takbir berkumandang mereka kembali bersorak, bersorak tanpa batas di jembatan kembali. Dan ayat-ayat Allah yag menggema dalam shalat magrib itu tak lebih keras dari raung knalpot motor modifikasi dalam arena balap liar. Dan dentuman besar itu kembali di jembatan, mereka mati konyol, hanya ratap orang tua dan serapah mengiringi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dan wanita-wanita itu begitu ingin bisa berperan dalam perjuangan itu, syahid mereka adalah ketulusan dan bakti. Mereka tak lupa untuk mengaji di pesantren-pesantren sore saat pendidikan hanya milik kaum bangsawan. Dan keinginan itu masih ada, hanya saja di mall-mall, di pentas-pentas mereka sekarang ingin berkarya. Tak peduli, harga diri pun di pentaskan. Kehormatan tak berarti demi keinginan tak berujung. Pesantren-pesantre sore yang berbalut hamparan terompah dan busana taqwa itu kini tiada. Dan berganti dengan jalan-jalan di mall-mall tak menentu waktu. Pakaian-pakaina kemungkaran yang ada, dan pendidikan hanya milik kaum terpojok dan kuper dan mereka berlomba di pentas-pentas kemaksiatan menunjukan betis-betis dan lekuk punggung. Dan yang tak berpentas, expo jalanan tak mengapa.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sumpah Pemuda kah ? atau Pemuda Sampah ?<span> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakreza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakreza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakreza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakreza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakreza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakreza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakreza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakreza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakreza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakreza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakreza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakreza.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakreza.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakreza.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=30&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakreza.wordpress.com/2008/11/05/renungan-seorang-pejuang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b02f097888d9bcd989af9424f324b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">hanyahamba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>?????</title>
		<link>http://otakreza.wordpress.com/2008/11/03/27/</link>
		<comments>http://otakreza.wordpress.com/2008/11/03/27/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 04:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyahamba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blabliblublobleblo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakreza.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[ups&#8230;..cukup lama tak mengunjungi blog ini. di kesibukan harian&#8230;.ya, kesibukan! entah apa makna kesibukan itu sendiri belum terdefinisi. semestinya itu tak bisa di jadikan alasan. ada seorang ustad yang pernah saya kunjungi (lewat monitor ini, epssspsttt dunia maya antah dimana.) di sana tertulis jadwal ceramahnya dari a ampai z. pokoke tiap jam ada aja&#8230;&#8230;&#8230;. dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=27&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ups&#8230;..cukup lama tak mengunjungi blog ini. di kesibukan harian&#8230;.ya, kesibukan! entah apa makna kesibukan itu sendiri belum terdefinisi. semestinya itu tak bisa di jadikan alasan. ada seorang ustad yang pernah saya kunjungi (lewat monitor ini, epssspsttt <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  dunia maya antah dimana.) di sana tertulis jadwal ceramahnya dari a ampai z. pokoke tiap jam ada aja&#8230;&#8230;&#8230;. dan ternyata beliau masih sempat untuk menjawab konsultasi orang-orang yang mengunjungi web nya. subhanallah&#8230;&#8230;.. nah saya yang masih bujangan ini (buka kartu,,,,,,!) sudah merasa sibuk? ngapain jo&#8230;.kata (rang piyaman)<span id="more-27"></span></p>
<p>ya&#8230;mungkin kapabilitas saya dalam mengatur waktu tak seperti ustadz tersebut. tapi insyaAllah  diri ini tetap berusaha untuk menjadi orang yang berbanyak hal dalam sedikit waktu.</p>
<p>sebenarnya waktu itu memang relatif&#8230;&#8230;.kita sendiri yang bisa membuat persamaan relatif nya&#8230;.</p>
<p>sebagai mana ungkapan banyak orang bahwa waktu adalah pedang&#8230;&#8230;&#8230;. tak pandai memainkannya bisa menebas kepala sendiri. kalau pandai&#8230;&#8230;.mungkin boleh juga untuk membuka durian&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>ah,, sudah lah. semakin lama saya di sini maka semakin ngawur&#8230;..he2</p>
<p>ya&#8230;.hanya mau mengucapkan salam tuk para sahabat di blog baru ini. dan sekedar mengingatkan bahwa begitu pentingnya sebuah wakktu untuk di pola, di atur. sesungguhnya kehidupan kita ini tak lain melainkan sebuah perjalanan waktu yang mirip bom waktu. ia terus berdetak, berkedip. hanya saja counternya ada di belakang kita. sehingga kita tak pernah tau sampai kapan ia akan berdetak. yang harus kita lakukan adalah memanfaatkan detik demi detiknya untuk hal-hal yang menghantarkan kita pada keridhoan Rabb Allah SWT. karena kembali lagi bahwa detik kita ini adalah bonus dalam sebuah GAME yang bernama kehidupan. dan kehidupan ini hanyalah &#8220;pra game&#8221; sebagai ajang pengumpulan bonus untuk memainkan GAME yang sebenarnya. jika saja anda lalai sedetik saja maka rugilah anda. mungkin hanya sebuah analogi relatif. mari manfaatkan waktu kita yang sedikit ini. jangan sia-siakan</p>
<p>Ingat&#8230;.</p>
<h3><span style="color:#ff0000;"> &#8220;Muda Foya-FOya, Tua Sengsara, Mati Masuk Neraka&#8230;&#8230;&#8221;</span></h3>
<p>setuju???????????????????????</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakreza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakreza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakreza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakreza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakreza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakreza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakreza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakreza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakreza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakreza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakreza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakreza.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakreza.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakreza.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=27&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakreza.wordpress.com/2008/11/03/27/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b02f097888d9bcd989af9424f324b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">hanyahamba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Cukup dengan Doa</title>
		<link>http://otakreza.wordpress.com/2008/11/03/tak-cukup-dengan-doa/</link>
		<comments>http://otakreza.wordpress.com/2008/11/03/tak-cukup-dengan-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 04:23:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyahamba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[bantu saudara......]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://otakreza.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Ada seseorang yang mendatangi saudaranya sesama muslim untuk mengadukan masalahnya. Sebenarnya ia bingung dan malu menyampaikan maksud kedatangannya, namun karena permasalahannya sudah sangat mendesak ia pun terpaksa mengutarakannya, itu pun dengan sangat hati-hati. &#8220;Kontrakan saya sudah mau habis, bagaimana menurut saudara?&#8221;, ia kehabisan ide untuk menyampaikan maksudnya lebih jelas. “Ohh, saya kira sebaiknya saudara mencari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=24&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seseorang yang mendatangi saudaranya sesama muslim untuk mengadukan masalahnya. Sebenarnya ia bingung dan malu menyampaikan maksud kedatangannya, namun karena permasalahannya sudah sangat mendesak ia pun terpaksa mengutarakannya, itu pun dengan sangat hati-hati. &#8220;Kontrakan saya sudah mau habis, bagaimana menurut saudara?&#8221;, ia kehabisan ide untuk menyampaikan maksudnya lebih jelas.</p>
<p>“<em>Ohh</em>, saya kira sebaiknya saudara mencari kontrakan yang baru. Tempat tinggal yang sekarang nampaknya kurang baik untuk kesehatan seluruh anggota keluarga”, saran saudaranya itu.</p>
<p>Padahal, maksudnya bukan minta saran seperti itu, melainkan<span id="more-24"></span> ia secara tidak langsung ingin meminta bantuan pinjaman uang untuk memerpanjang kontrakannya satu tahun atau setidaknya enam bulan ke depan. Perasaan tidak enak dan malu membuatnya bingung menyampaikan maksud hati yang sebenarnya.</p>
<p>Ia pun mencobanya kembali, “Usaha dagang saya sedang tidak bagus, bulan kemarin saja saya harus nombok dan terus merugi. Saya sudah kehabisan uang,” kali ini mulai lebih jelas.</p>
<p>Tapi, “Mungkin saudara belum benar-benar khusyuk dalam beribadah, belum serius dalam berdoa. Cobalah lebih banyak lagi menambah amalan-amalan sunnah, berdoalah lebih iba kepada Allah. Insya Allah, Dia akan lebih mendengar doa saudara. Tenang, saya saudaramu, saya juga akan mendoakan agar usahamu lancar dan berhasil,” rupanya masih  belum nyambung.</p>
<p>Maksud ia mendatangi saudaranya itu sebenarnya sudah jelas untuk minta bantuan, bukan minta nasihat. Ia berharap saudaranya yang kelebihan harta dan memiliki beberapa bidang usaha itu mau memberinya modal usaha. Bukan doa yang dimintanya, padahal saudaranya itu memiliki sejumlah kontrakan, salah satu bidang usahanya.</p>
<p>Satu sisi, tidak ada yang salah dengan nasihat-nasihatnya. Mungkin betul saudaranya itu kurang dalam ibadahnya, jarang meminta kepada Allah. Tetapi bisa jadi sebaliknya, ada orang yang sudah benar-benar khusyuk dalam beribadah, dan tak melewatkan satu malam pun untuk berdoa dalam tahajjudnya, hanya saja Allah masih ingin menguji kesabarannya.</p>
<p>Faktanya, saat itu ia memerlukan bantuan saudaranya secara nyata. Bukan dalam bantuk doa dan nasihat. Entah itu sedekah atau pinjaman, karena memang itu yang benar-benar diharapkannya. Setelah memberi bantuan, terserah mau sebanyak apapun memberi nasihat, pasti akan didengarkan karena hatinya sudah sedikit tenang.</p>
<p>Orang yang tertimpa musibah dan mendapat kesulitan, sebaiknya tidak ditolong hanya dengan doa. Ringankan bebannya terlebih dulu, kemudian berilah ia nasihat kesabaran dan doakan agar ia bisa segera keluar dari kesulitannya. Sama halnya dengan saudara kita yang sedang sakit, ucapan “semoga lekas sembuh” memang sudah cukup sebagai bentuk perhatian. Namun bagi sebagian lain, kesembuhannya bisa lebih cepat dengan cara dikunjungi dan membawa sedikit buah tangan untuk menghiburnya. Bahkan, ada pula yang harus dibantu biaya perawatannya.</p>
<p>Jika ada saudara kita yang kelaparan, apakah akan merasa kenyang setelah kita doakan?</p>
<p>posted fr <span style="color:#ff0000;"><strong><a href="http://www.warnaislam.com/rubrik/monolog/2008/11/3/38280/Tak_Cukup_dengan_Doa.htm">GAW</a></strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/otakreza.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/otakreza.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/otakreza.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/otakreza.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/otakreza.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/otakreza.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/otakreza.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/otakreza.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/otakreza.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/otakreza.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/otakreza.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/otakreza.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/otakreza.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/otakreza.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=otakreza.wordpress.com&amp;blog=4904421&amp;post=24&amp;subd=otakreza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://otakreza.wordpress.com/2008/11/03/tak-cukup-dengan-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c8b02f097888d9bcd989af9424f324b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">hanyahamba</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
